Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aspirasi Aliansi Peduli Petani Sleman Soal Penutupan Selokan Van Der Wijck Tetap Ingin Pemeliharaan Jalan, tapi Kebutuhan Primer Harus Dipenuhi

Kusno S Utomo • Senin, 28 Oktober 2024 | 16:00 WIB

 

Merasa dirugikan dengan penutupan selokan Van Der Wijck, Aliansi Peduli Petani Sleman (AP2S) mendatangi kantor DPRD DIJ untuk melakukan audiensi, Senin (11/10/2024).  (foto istimewa)
Merasa dirugikan dengan penutupan selokan Van Der Wijck, Aliansi Peduli Petani Sleman (AP2S) mendatangi kantor DPRD DIJ untuk melakukan audiensi, Senin (11/10/2024). (foto istimewa)
      

JOGJA - DPRD DIY menerima sejumlah petani yang tergabung dalam Aliansi Peduli Petani Sleman atau disingkat AP2S. Mereka datang guna menyampaikan aspirasi terkait dampak ditutupnya Selokan Van Der Wijck. Kedatangan para petani itu diterima Ketua DPRD DIY Nuryadi.

Dalam pertemuan itu, Nuryadi didampingi anggota DPRD DIY dari Dapil Sleman Muhammad Yazid dan Yan Kurnia Kustanto. Kini Yazid bertugas di Komisi D bidang kesejahteraan rakyat dan Yan sebagai anggota Komisi B membidangi keuangan serta perekonomian.

Penutupan Selokan Van Der Wijck dikeluhkan para petani berdampak pada kekeringan lahan pertanian. Itu mengganggu aktivitas pertanian yang menyebabkan penurunan hasil panen.

“Keadaan itu merugikan petani tanaman pangan, hortikultura, dan budi daya ikan. Kebutuhan air untuk rumah tangga juga terganggu akibat menyusutnya mata air,” ujar Sutrisno yang mewakili petani padi.

Dikatakan, penutupan Selokan Van Der Wijck selama sebulan penuh pada Oktober  ini mengakibatkan sekurang-kurangnya satu musim tanam  hangus. Petani juga rugi sedikitnya Rp  20 juta per hektare.

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Vena Rahayu Surya Putra ikut hadir.

 Vena menjelaskan, Selokan Van Der Wijck sudah sangat tua. Karena itu,  pemeliharaan menjadi sangat penting. “Tanpa pemeliharaan atau penghentian sementara, risiko kerusakan besar seperti kebocoran bisa terjadi. Itu akan merugikan semua pihak,” ingatnya.

Menanggapi itu, Yazid mengatakan,  warga Moyudan, Minggir, dan sebagian Godean sangat terdampak. Sebab, air merupakan kebutuhan primer.  “Pandangan kami sama dengan warga agar proyek pemeliharaan selokan tetap jalan, dengan catatan air juga jalan, Saya mohon, tolong keinginan ini diindahkan,” pintanya.

“Saya pikir itu solusinya proyek tetap jalan tapi air juga bisa jalan. Masyarakat yang harus diutamakan. Kebutuhan harus tercukupi,” lanjut Yazid.

 Yan Kurnia menambahkan pentingnya mencari solusi atau jalan tengah agar perawatan fasilitas yang sudah tua tidak mengganggu kebutuhan rutin masyarakat untuk kehidupan jangka panjang.

Setelah bertemu pada Senin (14/10/2024), pertemuan dilanjutkan pada Selasa (15/10/2024) dengan sejumlah keputusan. Ketua DPRD DIY Nuryadi mengatakan, ada lima keputusan yang disepakati.

Pertama, BBWSSO mengumumkan aliran air pada Selokan Van Der Wijck dibuka kembali pada Rabu 16 Oktober 2024, pukul 24.00. Pembukaan  ini sebagai bagian dari upaya pengelolaan irigasi dan distribusi air bagi kebutuhan pertanian serta penggunaan lain di kawasan tersebut.

Kedua, AP2S diberikan batas waktu hingga Sabtu 26 Oktober 2024 menyampaikan keputusan terbaru terkait penutupan aliran air selama sebulan di Selokan Van Der Wijck. Keputusan ini diharapkan mengakomodasi kepentingan semua pihak. Terutama petani yang  bergantung pada aliran air ini untuk musim tanam (MT 1) 2024/2025. Ketiga, ketiadaan kesepakatan dalam jangka waktu tersebut akan memaksa BBWSSO mengambil langkah tegas dengan melakukan penutupan aliran secara sepihak.

“Buat kesepakatan baru yang tidak saling merugikan, baik instansi maupun petani serta didampingi dinas-dinas Sleman. Jika sampai sepuluh hari tidak ada kesepakatan baru, BBWSSO berhak menutup sepihak,” ujar Nuryadi.

Empat, kegiatan yang melibatkan pembukaan dan pengelolaan aliran air ini akan didampingi OPD Pemkab Sleman. Lima, usulan pengeringan lima tahun sekali selama satu bulan akan dikaji lebih mendalam. (kus)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#penutupan #Pertanian #Saluran Van Der Wijck #AP2S #BBWSSO #dprd diy #Selokan Van Der Wicjk #Aliansi Peduli Petani Sleman #Petani