JOGJA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ akan melakukan kegiatan evaluasi bersama dengan para tim pelatih cabang olahraga (cabor) / subcabor yang berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatra Utara (Sumut) 2024 lalu. Evaluasi itu akan dilakukan pada hari Jumat (25/10), Sabtu (26/10), dan Senin (28/10) nanti.
Baca Juga: Sukses Meraih Medali di PON XXI Aceh-Sumut 2024, Sejumlah Atlet DIY Dipanggil ke Program Nasional
Kegiatan evaluasi itu nanti akan diawali dengan membahas para cabor yang belum berhasil menorehkan medali untuk Kontingen DIJ di PON 2024 lalu, yang di antaranya seperti akuatik polo air, futsal, sepak bola, akuatik renang sinkronisasi, renang perairan terbuka, renang lintasan, bridge, bola voli indoor, karate, dayung, golf, sepak takraw, woodball, balap motor grasstrack, menembak sasaran, selam, angkat besi, angkat berat, gantolle, anggar, hingga balap sepeda mtb dan bmx, serta kurash.
Baca Juga: Demi Menjaga Konsistensi Prestasi, KONI DIY Segera Lakukan Evaluasi Hasil PON XXI
Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi para cabor peraih medali, seperti hapkido, panahan, drum band, dancesport, balap sepeda road race, binaraga, taekwondo, arung jeram, berkuda equestrian, paramotor, barongsai, menembak reaksi, catur, bola basket, sepatu roda, wushu, aeromodelling, terjun payung, panjat tebing, bola voli pantai hingga judo.
Diketahui pada PON XXI Aceh-Sumut yang berlangsung pada tanggal 8 hingga 20 September 2024 lalu itu, Kontingen DIJ berhasil meraih 29 medali emas, 35 perak, 53 perunggu, dan menempati peringkat 9 klasemen akhir.
Torehan tersebut melampaui target perolehan yang telah dicanangkan oleh KONI DIJ yakni 16 medali emas, 15 perak, dan 25 perunggu. Target itu merupakan hasil yang diraih pada PON XIX Jawa Barat 2016 lalu.
Baca Juga: Langsung Start Persiapkan PON XXII 2028, Kontingen DIY Sukses Catatkan Sejarah di PON XXI 2024
Dari total 117 medali yang diperoleh DIJ pada PON XXI 2024, secara persentase mencapai 181 persen untuk keberhasilan raihan medali emas. Lalu dari 49 cabor / 54 subcabor yang diikuti, 40 cabor/subcabor di antaranya atau sekitar 74 persen berhasil meraih medali. Sedangkan 14 cabor/subcabor atau 26 persen lainnya belum berhasil meraih medali.
"Jadi KONI DIJ akan mengundang para pelatih untuk melaporkan hasil PON dan dilanjutkan dengan diskusi serta evaluasi. Diharapkan pelatih hadir dan membawa laporan lengkap, sudah dianalisis secara internal Pengda cabor/subcabor masing-masing," kata Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto, Kamis (24/10).
Baca Juga: Target di PON XXI Aceh-Sumut 2024 Tak Tercapai, Panjat Tebing DIY Lakukan Evaluasi
Menurut Djoko Pekik dari kegiatan evaluasi tersebut nantinya dapat diketahui secara rinci faktor pendukung keberhasilan cabor/subcabor peraih medali maupun yang melebihi target medali. Selain itu dati evaluasi tersebut juga dapat mengetahui pula faktor penghambat atau penyebab cabor/subcabor yang belum dapat mencapai target maupun meraih medali."Sebelum kegiatan evaluasi, pelatih cabor/subcabor juga telah diminta melaporkan hasil PON XXI 2024 secara tertulis kepada KONI DIJ," tuturnya.
Baca Juga: Ada 13 Cabor tanpa Medali di PON 2024, KONI DIY Segera Lakukan Evaluasi secara Menyeluruh
Sementara itu Wakil Ketua Umum II KONI DIJ Pramana juga mengatakan, hasil evaluasi itu nantinya juga diharapkan dapat memetakan potensi atlet terutama dalam persiapan program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) menuju Babak Kualifikasi (BK) PON XXII maupun PON XXII Nusa Tenggara Timur - Nusa Tenggara Barat (NTT-NTB) 2028 mendatang."Puslatda Pra-PON jauh-jauh hari ini lebih efisien. Sehingga nanti para atlet itu akan menjadi prioritas kami yang masih memenuhi kriteria untuk bisa ikut PON 2028," tandasnya. (ayu).
Editor : Din Miftahudin