SLEMAN - Komunitas Perupa Sleman menggelar pameran di Monumen Yogya Kembali (Monjali). Pamaren yang dibuka kemarin (24/10) dan berlangsung hingga Sabtu (26/10) ini diikuti 18 perupa dengan mengusung tema "Young Spirit".
Ketua panitia Dody Tri Haryanto menerangkan, tema ini diambil lantaran berdekatan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Hal ini juga sesuai dengan lokasi Monjali yang lekat pada perjuangan para pahlawan. Memang, para pameris mayoritas sudah tua. “Tapi ini menunjukkan semangat kami untuk tetap berkarya," katanya.
Dari pameran ini harapannya bisa membangkitkan perupa di Sleman dan DIJ yang sedang mengalami kelesuan. Pameran ini merupakan agenda tahunan yang kali ini sudah memasuki gelaran keempat. Ada berbagai karya lukisan yang ditampilkan. Mulai dari Langgam Cinta Seni Budaya karya Ashari, Larut dalam Warna karya Lukman, hingga Memanah karya R. Munawir.
Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Edy Winarya menuturkan, pameran ini adalah wadah ekspresi bagi pegiat di komunitas. Di sini pemerintah hadir untuk ikut memberikan stimulan melalui anggaran. Kalau perupa yang ekonominya meningkat bisa pameran sendiri. “Kalau perupa kelas menengah meski berkualitas itu susah," kata Edy.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting sebab mayoritas penggiat seni memiliki semangat yang tinggi. Sehingga, hadirnya pemerintah bisa membuat damapk kegiatan semakin luas.
Edy menjelaskan bahwa seniman lukis umumnya tidak terbatas usia. Dia justru berharap masyarakat bisa mengapresiasi semangat dan karya mereka. Soal keberlanjutan, dia optimistis di Sleman ataupun DIJ tidak perlu khawatir kehabisan perupa. (del/din)
Editor : Din Miftahudin