Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Santri Krapyak Itu Diperbolehkan Pulang dari Rumah Sakit, Korban Penganiayaan di Prawirotaman Itu Beberkan Kejadiannya

Khairul Ma'arif • Jumat, 25 Oktober 2024 | 02:34 WIB

 

Aufal ketika sudah diperbolehkan pulang dari RS Pratama Kota Jogja usai mendapat perawatan intensif karena pemukulan.
Aufal ketika sudah diperbolehkan pulang dari RS Pratama Kota Jogja usai mendapat perawatan intensif karena pemukulan.

BANTUL - Dua orang menjadi korban penganiayaan berupa penusukan dan pemukulan di kawasaan Prawirotaman, Kota Jogja,Rabu (23/10) sekira pukul 21.30. Akibatnya mereka mengalami luka-luka sehingga mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Pratama, Kota Jogja.

Seorang korbannya yakni Aufal menceritakan detik-detik pemukulan yang dialaminya. Aufal menuturkan, saat jelang kejadian sedang makan sate di tepi Jalan Parangtritis, Prawirotaman. Lantas tiba-tiba ada segerombolan orang menyerang yang tidak diketahui alasannya. "Tidak langsung lari saya bilang tidak tahu apa-apa berulang kali tetapi tetap diserang," tegasnya.

 Baca Juga: Miras Marak, Pemprov DIY Pertanyakan OSS, Minta Izin secara Online Juga Ada Verifikasi Lapangan

Santri Pondok Pesantren Fatimiyah Krapyak itu mengungkapkan, kedatangan para pelaku hanya menuding sambil berkata ini-ini. Aufal sendiri tidak ada satu pun yang mengenali bahkan tidak ada yang dikenalinya dari pelaku penganiayaannya. "Tiba-tiba nyerang ambil kursi, helm, kayu yang ada di sana dihantam buat saya terjatuh berdiri dihantam lagi ditendang dan dilawan," tuturnya.

Pria asal Pati, Jawa Tengah itu tidak melakukan perlawanan atas penganiayaan yang diterimanya. Dia pun tidak mengetahui jumlahnya secara pasti tetapi yang pasti banyak pelakunya. Pemukulan yang diterimanya di bagian kepala dan badannya. Aufal sudah berupaya menahan pukulan yang diterimanya dengan menggunakan tangannya. Tetapi, upayanya tersebut malah membuat tangannya patah tulang.Baca Juga: Bahan Minuman Beralkohol Beli di Solo, Polda DIY Gerebek Home Industry Miras Oplosan di Ambarketawang, Gamping

"Tangan ngelindungi kepala akhirnya tangan memar dan patah tidak tau kena apa," ujarnya. Saat dipukuli ada seorang warga yang menarik Aufal agar berlari menyelamatkan diri. Lantas dia berlari semampunya. Setelah itu, Aufal dievakuasi ke RS Pratama yang di sana juga ada temannya sudah mendapatkan perawatan. Itu karena luka penusukan senjata tajam yang dialaminya. Aufal sendiri bersyukur tidak mengalami penusukan sajam.  (rul/din).

Editor : Din Miftahudin
#Miras #Penganiayaan #akibat miras #prawirotaman #Kriminalitas