Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waktunya Migrasi, Burung Layang-Layang Asia mulai Bertengger di Jalan KHA Dahlan Bakda Magrib

Iwan Nurwanto • Kamis, 24 Oktober 2024 | 06:45 WIB
Waktunya Migrasi, Burung Layang-Layang Asia mulai Bertengger di Jalan KHA Dahlan Bakda Magrib
Waktunya Migrasi, Burung Layang-Layang Asia mulai Bertengger di Jalan KHA Dahlan Bakda Magrib

 

JOGJA – Dalam beberapa hari terakhir ruas Jalan KHA Dahlan di Kemantren Ngampilan terdapat bercak putih. Itu karena kotoran burung layang-layang Asia yang tiap tahun biasa singgah di Jogja. Burung-burung kerap bertengger di kawasan ini. Seperti di kabel-kabell listrik, pohon, dan bangunan tua bakda Magrib.

Unggas bernama latin hirundo rustica itu tiap tahunnya melakukan migrasi karena menghindari musim dingin. Salah satu warga setempat Agus Irawan menyatakan, ribuan burung layang-layang biasanya mulai bertengger di sepanjang Jalan KH Ahmad Dahlan selepas waktu maghrib. Jumlahnya diketahui mencapai ribuan dan memenuhi kabel listrik dari pertigaan PKU Muhammadiyah hingga sisi selatan Gedung Agung.

Menurut Agus, migrasi burung layang-layang di Kota Jogja sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Kehadiran burung tersebut pun juga tidak terlalu mengganggu. Baik dari segi kotoran maupun suara crecetan-nya. “Wisatawan ada yang kena kotoran burung tapi tidak sampai ada yang mengeluh,” bebernya saat ditemui, Rabu (23/10).

 Baca Juga: Delegasi Untidar Ikuti Forum Internasional di Rusia, Paparkan Inovasi Pembakaran Sisa Sabut Kelapa Hasilkan Energi Bersih

Baca Juga: Enam Sekolah Lansia di Sleman Gelar Wisuda, 220 Lulusan Diharapkan Bisa Lebih Berdaya

 

Suryantoro mengatakan, migrasi burung layang-layang memang terjadi tiap tahun. Biasanya ribuan burung mulai berdatangan tiap musim penghujan atau pada Oktober. Kemudian akan pergi ketika musim kemarau tiba. “Biasanya pada Januari atau Februari burung-burungnya sudah pergi untuk bermigrasi lagi,” ujar Suryantoro.

Warga yang memiliki toko tidak jauh dari Gedung Agung ini mengaku, tidak terlalu terganggu dengan kehadiran ribuan burung layang-layang tersebut. Sebab kebanyakan burung hanya bertengger pada kabel-kabel listrik.

Perihal kotoran burung, kata Suryantoro, juga tidak terlalu mengganggu. Lantaran mayoritas burung membuang kotorannya pada gedung-gedung yang bukan milik warga setempat.

Justru, kehadiran burung layang-layang tersebut malah menjadi hiburan wisatawan yang berkunjung di kawasan Titik Nol Kilometer. Dikarenakan tidak sedikit wisatawan yang mengambil foto atau video fenomena ribuan burung tersebut.  “Kami sebagai warga menyikapi ribuan burung itu biasa saja, karena kotorannya tidak mengotori rumah kami. Yang kotor biasanya malah gedung atau mobil yang terparkir di bawah kabel listrik,” terang Suryantoro.

Editor : Heru Pratomo
#migrasi #burung layang-layang asia #kemarau #Hirundo Rustica #PKU Muhammadiyah #ngampilan #Gedung Agung #jalan #KHA Dahlan