Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fasilitasi Kreativitas untuk Generasi Muda, Disperindag DIY Gelar Fashion Show Batik bagi SMK

Fahmi Fahriza • Senin, 21 Oktober 2024 | 03:06 WIB

 

Puluhan siswi SMK di DIJ unjuk kebolehan dalam fashion show batik pelajar yang dilangsungkan di Atrium Jogja City Mall (JCM), Minggu (20/10).
Puluhan siswi SMK di DIJ unjuk kebolehan dalam fashion show batik pelajar yang dilangsungkan di Atrium Jogja City Mall (JCM), Minggu (20/10).

 

 

JOGJA - Sebanyak 25 siswa dari lima SMK di DIY unjuk kebolehan dalam peragaan busana sekaligus unjuk karya batik yang diselenggarakan Disperindag DIY. Kegiatan yang dihelat diAtrium Jogja City Mall (JCM) tersebut dalam rangka menguatkan batik dalam skala global.

Selain itu juga untuk memfasilitasi batik pada generasi muda atau generasi Z. “Itu tertuang dari desainnya yang kekinian," kata Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti, Minggu (20/10).
Karya batik yang ditampilkan tersebut merupakan karya dari para guru dan para siswi SMK. Tidak saja selaku pembuat karya semata, para siswi juga bertindak sebagai peraga busana dalam fashion show batik pelajar ini.

Sekolah yang terlibat dalam gelaran tersebut meliputi, SMKN 4 Jogjakarta, SMKN 2 Gedangsari, SMKN 2 Sewon, SMKN 2 Godean, dan SMKN 6 Jogjakarta.

Disperindag DIJ berkomitmen untuk terus memberikan fasilitasi bagi para industri kecil menengah (IKM) maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk di sektor fashion dan batik.

 Menurutnya, bidang fashion atau tekstil menjadi salah satu komoditas yang punya market luas. Tidak saja dalam skala nasional, namun sudah di tingkat internasional.Secara desain sudah bagus, distribusi dan promosi juga bagus. "Ini salah satu langkah menuju batik yang lebih global, apalagi di sini kami juga hadirkan para UMKM batik," imbuhnya.

Syam juga berharap agenda tersebut bisa jadi momentum untuk memfasilitasi calon desainer maupun perajin batik baru. Sebab, regenerasi tersebut jadi aspek krusial yang perlu digencarkan."Ini juga jadi wadah calon desainer baru, salah satunya dari sekolah-sekolah ini," ungkapnya.

Guru pendamping dari SMKN 2 Sewon Rani Komara menuturkan,karya yang dikenakan para siswinya juga merupakan karya masing-masing. Jadi mereka yang membuat, mereka juga yang menjadi peraga hari ini."Kami sebagai guru membantu proses desain, kesesuaian ide, sampai latihan peragaannya," lanjutnya.

 Baca Juga: Sentra Bawang Merah di Brebes dan Grobogan Terendam Banjir, Harga di DIY Stabil Tinggi, Ini Yang Dilakukan Disperindag

Rani mengaku kesempatan yang dihadirkan tersebut sangat penting bagi para siswa. Karena bisa melatih siswa berkompetisi, sekaligus membiasakan mereka untuk produktif membuat karya. Di sekolah juga ada ekstrakurikuler peraga busana. “Jadi ini sesuai sekali," ucapnya (iza/din).

 

Editor : Din Miftahudin
#SMK #Batik #DIY #fashion show #Disperindag