JOGJA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah memasuki musim pancaroba yakni peralihan musim kemarau menuju musim hujan. Pada masa peralihan tersebut sebaiknya warga mulai waspada terhadap adanya bencana Hidrometeorologi.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menentukan status siaga darurat terhadap bencana Hidrometeorologi. Noviar masih menunggu informasi pasti dari BMKG sebagai dasar pemberlakuan status siaga Hidrometeorologi tersebut.
"Mungkin dalam minggu depan, kalau sudah fix nanti kami tetapkan siaga darurat," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (20/10/2024).
Upaya antisipasi bencana Hindrometeorologi juga telah dilakukan BPBD DIY di antaranya dengan menyerahkan bantuan peralatan penanggulangan bencana di Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana). Tahun ini enam titik lokasi Kaltana telah diberikan bantuan alat tersebut. "Daerah Kota Jogja kemarin di Kricak dan Gunungkidul di Kalurahan Gari," tuturnya.
Peralatan penanggulangan bencana yang diberikan di antaranya cangkul, tenda, gergaji mesin, sepatu but, mantel hujan dan sebagainya. Selain bantuan peralatan, BPBD DIY juga telah melakukan pemetaan di daerah yang berpotensi terdampak Hidrometeorologi. Menurutnya, semua wilayah di DIY berpotensi terdampak Hidrometeorologi.
"Semua berpotensi Hidrometeorologi basah, tapi kalau potensi longsor yang di Kulon Progo dan Gunungkidul, kalau pohon tumbang di semua wilayah," jelasnya.
Menyikapi hal itu, BPBD DIY juga memberikan bantuan bronjong ke daerah yang berpotensi adanya tanah longsor. Bronjong merupakan kontruksi yang digunakan untuk mencegah erosi atau tanah longsor yang biasanya dipasang di lereng atau pinggir sungai.
"Pengerjaan pemasangan bronjong dilakukan dengan swadaya masyarakat, total 500 bronjong yang telah diberikan se-DIY," katanya.
Walaupun BPBD DIY belum memberlakukan siaga darurat Hidrometeorologi, namun beberapa di tingkat kabupaten sudah memberlakukan sejak musim kekeringan beberapa waktu lalu. Kabupaten Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul sudah menetapkan status siaga darurat Hidrometeorologi saat kekeringan basah.
"Hidrometeorologi itu di dalamnya juga ada kekeringan, jadi itu ngambilnya secara umum," tegasnya.
Menurut informasi dari BMKG pada dasarian tiga bulan Oktober sudah masuk di musim pancaroba yang merupakan peralihan musim kemarau ke penghujan. Menurutnya, bulan November sudah masuk musim penghujan sampai dengan Februari.
"Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa kami tetapkan," tegasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin