Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Dorong Kalangan Santri Bisa Kelola Sampah Secara Mandiri, Begini Rinciannya

Iwan Nurwanto • Jumat, 18 Oktober 2024 | 21:35 WIB
Pasar Terban Kota Jogja menjadi lokasi pebuangan sampah liar, Kamis (26/9/2024) (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)
Pasar Terban Kota Jogja menjadi lokasi pebuangan sampah liar, Kamis (26/9/2024) (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)

JOGJA - Isu soal sampah masih menjadi permasalahan yang krusial dan harus dituntaskan di Kota Jogja. Hal tersebut membuat pemerintah kota (pemkot) mendorong kalangan santri bisa mengelola sampahnya sendiri.

Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto mengatakan, kebersihan lingkungan bukan menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Namun harus menjadi perhatian semua lapisan masyarakat. Termasuk kalangan santri.

Oleh karena itu, Sugeng berharap agar pondok pesantren (ponpes) ikut andil dan berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tidak terkecuali mengolah sampahnya secara mandiri.

Hal itu pula yang menjadi salah satu dasar dari peluncuran program Santri Kota Peduli Sampah Mampu dan Terlatih (Si Kopiah Putih). Melalui program tersebut diharapkan dapat mengajak kalangan santri untuk ikut menjaga lingkungan.

“Para santri juga memiliki tanggung jawab terhadap masalah sampah,” ujar Sugeng, Jumat (18/10/2024).

Dalam peluncuran Si Kopiah Putih, ratusan santri dari enak ponpes di Kota Jogja juga melakukan aksi-aksi bersih Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Mergangsan. Para santri dilengkapi berbagai alat kebersihan dan kantong sampah untuk menyisir setiap sudut ponpes.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja Nadhif menyampaikan, bersih-bersih ponpes bertujuan untuk memupuk tanggung jawab santri mengelola sampah. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan. Sekaligus menjadi contoh dari implementasi ajaran Islam yang mencintai kebersihan dan kepedulian terhadap sesama.

"Kami ingin mengedukasi kepada para santri bahwa kebersihan itu kebutuhan, supaya sampah di pesantren dikelola dengan sebaik-baiknya," tegas Nadhif.

Kegiatan tersebut pun mendapatkan dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jogja. Bentuk dukungan berupa diberikannya bantuan puluhan alat penunjang kebersihan. Seperti sapu lantai, sapu ijuk, alat pel, cangkul, kemoceng, dan alat kebersihan lainya.

"Kami juga memberikan bantuan tempat sampah yang dapat dimanfaatkan untuk pemilahan sampah di tiap-tiap ponpes,” imbuhnya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #mengolah sampah #Kelola Sampah Mandiri #kelola sampah #mandiri #santri