RADAR JOGJA - Kisah menarik datang dari Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, putri keempat Sultan Hamengku Buwono (HB) X, yang baru-baru ini mengalami kejadian tidak menyenangkan di ibu kota.
Saat menyeberang jalan di kawasan Senayan, Jakarta, GKR Hayu secara sopan mengucapkan terima kasih kepada setiap satpam yang membantunya menyeberang.
Namun, alih-alih mendapatkan respon positif, ia justru menerima ejekan dari sekelompok orang yang menyebutnya “kampungan.”
Pengalaman ini dibagikan GKR Hayu melalui akun media sosial X, yang segera menarik perhatian netizen dan menjadi viral. Dalam postingannya, ia menceritakan, “Pas nyebrang dari Plaza Senayan ke Senayan City, aku bilang ‘Makasih Pak’ ke tiap satpam yang bantu nyebrangin.”
Sayangnya, tindakan sopan tersebut ditanggapi dengan cemoohan dari sekelompok orang di belakangnya yang ketawa dan bisik-bisik mengatakan “kampungan.”
Meski terkejut dengan reaksi tersebut, GKR Hayu tetap tenang dan tidak membiarkan ejekan itu mempengaruhi pikirannya.
Ia menekankan pentingnya etika dan sopan santun dalam berinteraksi dengan orang lain.
“Apakah mereka yang menertawakan saya dibesarkan oleh serigala?” tulisnya dengan sentuhan humor sarkastis, menunjukkan sikapnya yang positif.
Kejadian ini memicu diskusi yang luas di media sosial, dengan banyak warganet yang mendukung GKR Hayu dan mengecam perilaku tidak sopan orang-orang yang menertawakannya.
Mereka menegaskan betapa pentingnya tata krama dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari, apalagi bagi seorang publik figur. (Muhammad Irfan Arib)
Editor : Winda Atika Ira Puspita