!
JOGJA - Polresta Yogyakarta menyebut ada sejumlah titik di Kota Jogja yang rawan gesekan antar simpatisan partai. Terlebih pada masa kampanye terbuka pemilihan kepala daerah (pilkada) yang rencananya diselenggarakan pada bulan November mendatang.
Kabag Ops Polresta Yogyakarta Kompol Sumanto mengatakan, ada enam titik rawan gesekan simpatisan partai. Meliputi simpang empat Jlagran, simpang empat Hotel Melia Purosani, kawasan Hotel Cavinton, Taman Parkir Ngabean, kawasan Jogokariyan sekitaran Hotel Matahari, serta Jalan Taman Siswa.
Menurut Sumanto, berdasar pengalaman pemilu sebelumnya, gesekan antar simpatisan partai disebabkan perbedaan sikap politik. Adapun kubu yang sering bergesekan biasanya dari massa partai berwarna merah dan hijau.“Oleh sebab itu, kami berharap pendukung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota bisa saling menahan diri,” ujar Sumanto, Selasa (15/10).
Perwira polisi dengan satu melati di pundak itu menyebut, gesekan antar simpatisan partai perlu menjadi perhatian semua stakeholder. Apalagi sudah ada peserta pilkada yang menyodorkan jadwal pelaksanaan kampanye terbuka.
Sumanto membeberkan, pasangan calon (paslon) Heroe Poerwadi dan Sri Widya Supena memilih menggelar kampanye terbuka 23 November 2024. Kemudian Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan yang memiliki nomor urut dua memilih tanggal 3 November 2024. Sementara paslon nomor urut tiga Muhammad Afnan Hadikusumo dan Singgih Raharjo memilih tanggal 3 November 2024.Baca Juga: Polresta Jogja Bekuk 13 Tersangka Narkoba dan Obat-obatan Berbahaya, Ternyata Semua Barang Dipasok dari Luar DIY
Sebagai informasi, lokasi kampanye terbuka untuk Pilkada 2024 Kota Jogja hanya diijinkan pada dua lokasi. Yakni lapangan parkir Stadion Mandala Krida dan Stadion Kridosono."Untuk paslon nomor urut satu sudah mengajukan lokasi Mandala Krida. Sementara paslon nomor urut dua dan tiga belum pasti,” ungkap Sumanto.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto menyatakan, pemerintah berkomitmen mewujudkan pilkada damai. Hal tersebut dibuktikan dengan deklarasi pilkada damai yang digelar pada bulan Agustus lalu.
Menurut Sugeng, deklarasi tersebut merupakan bentuk sikap dari pemerintah dan masyarakat untuk berperan aktif mewujudkan situasi kondusif, damai dan berbudaya dalam Pilkada 2024. Meskipun demikian, dia tidak menampik setiap pilkada memang selalu diwarnai dengan dinamika politik. Bahkan tidak jarang bisa menimbulkan potensi ketegangan maupun perpecahan.“Hal itu menjadi ujian untuk tetap menjaga kepala dingin, berfikir rasional, dan bertindak bijaksana dalam menghadapi setiap tantangan yang muncul,” tegas Sugeng. (inu)
Data Grafis:
Polresta Yogyakarta sebut ada enam titik rawan gesekan simpatisan partai pada masa kampanye terbuka
Enam titik itu meliputi : Simpang empat Jlagran, simpang empat Hotel Melia Purosani, kawasan Hotel Cavinton, Taman Parkir Ngabean, kawasan Jogokariyan sekitaran Hotel Matahari, serta Jalan Taman Siswa.
Lokasi kampanye terbuka untuk Pilkada 2024 Kota Jogja hanya diijinkan pada dua lokasi. Yakni kawasan parkir Stadion Mandala Krida dan Stadion Kridosono
Sejumlah pasangan calon sudah mengajukan jadwal kampanye terbuka:
Paslon nomor urut 1 Heroe Poerwadi dan Sri Widya Supena pada 23 November 2024,
Paslon nomor urut 2 Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan pada tanggal 3 November 2024
Paslon nomor urut 3 Muhammad Afnan Hadikusumo dan Singgih Raharjo tanggal 3 November 2024.
Editor : Din Miftahudin