JOGJA - Masyarakat di DIY harus mulai bersiap menghadapi suhu panas. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi suhu panas dan cuaca terik di wilayah DIY akan terus terjadi hingga akhir bulan mendatang.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, wilayah DIY akan mengalami cuaca terik dengan suhu panas hingga pertengahan bulan Oktober. Kemudian memasuki akhir bulan cenderung turun, karena telah memasuki awal musim penghujan.
Reni menyebut, bahwa suhu panas di DIY disebabkan karena posisi matahari tengah berada di ekuator. Adapun suhu tertinggi tercatat di kabupaten Gunungkidul pada Sabtu (12/10) dengan 37,6 derajat celcius, kemudian di Sleman dengan suhu 36,8 derajat celcius. Serta di Gunungkidul pada Minggu (13/10) dengan catatan suhu 37,3 derajat celcius.
“Panas seperti ini akan terjadi selama bulan Oktober, dengan kondisi suhu udara yang berfluktuasi tergantung dengan keadaan cuaca di wilayah tersebut,” ujar Reni saat dikonfirmasi, Senin (14/10).
Dia berharap, agar masyarakat mulai bersiap menghadapi dampak cuaca panas. Upayanya dapat dilakukan dengan mengurangi aktifitas di luar ruangan dan mencukupi kebutuhan air minum.
Kemudian apabila terpaksa melakukan aktifitas di luar ruangan, Reni menghimbau masyarakat menggunakan topi atau payung agar kepala dan tubuh bisa terlindungi.
Selain itu penting juga menggunakan kacamata hitam agar mata tidak silau.
Untuk mengurangi rasa panas di tubuh, masyarakat juga perlu untuk menggunakan pakaian yang ringan, longgar, dan nyaman.
Serta sebisa mungkin menghindari paparan sinar matahari langsung
“Kepada petani juga menyesuaikan pola tanam, karena pertengahan Oktober kemungkinan sudah memasuki awal musim hujan,” katanya.
Secara terpisah, Kepala Seksi Pengendalian Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Jogja Endang Sri Rahayu menyebut, peralihan musim kemarau ke penghujan dapat menimbulkan berbagai potensi penyakit. Misalnya diare dan infeksi saluran pernafasan (ISPA).
Oleh karena itu, dia menghimbau agar masyarakat harus mulai melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Menurutnya, dengan PHBS akan meningkatkan imunitas tubuh.
“Sehingga tidak mudah terserang berbagai potensi penyakit,” beber Endang. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin