GUNUNGKIDUL - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertamanan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul harus bekerja ekstra untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan di lapangan Alun-Alun Wonosari, Gunungkidul, Minggu (13/10).
Sebab, sampah-sampah tersebut berasal dari kegiatan Wisuda Santri yang dihadiri ribuan orang meskipun telah disediakan tempat pembuangan sampah.
Kepala UPT Pertamanan dan Kebersihan DLH Gunungkidul Heri Kuswantoro mengeluhkan, kurangnya perhatian dari penyelenggara maupun peserta kegiatan terhadap sampah-sampah. Padahal sudah disediakan tempat sampah, tetap saja berserakan.”Semua kembali pada perilaku masing-masing," ujar Heri.
Alhasil, petugas kebersihan harus bekerja ekstra untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan tersebut. Sampah didominasi dengan botol plastik maupun kotak-kotak makanan. "Kami sudah memberitahu panitia perihal sampah-sampah yang berserakan untuk mengimbau peserta menjaga sampahnya," jelasnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul Saban Nuroni mengatakan, kegiatan wisuda dihadiri oleh 5.211 santri dari Lembaga Pendidikan Al-Qur'an se-Kabupaten Gunungkidul. Selaku penyelenggara acara, pihaknya mengakui adanya timbulan-timbulan sampah dari peserta. "Kami sudah menyediakan kantong-kantong sampah, peserta langsung kami arahkan untuk melakukan bersih-bersih," ujar Saban.
Saban juga mengucapkan permintaan maaf kepada dinas terkait akibat timbulan sampah-sampah tersebut. Pihaknya juga memastikan sampah dapat ditangani secepatnya. Selain itu juga telah meminta bantuan kepada petugas kebersihan untuk segera membersihkan sampah-sampah yang tersisa. “Kami pastikan Alun-Alun Wonosari dalam keadaan bersih," tandasnya. (ndi/din)
Editor : Din Miftahudin