Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinas Kesehatan Sleman Luncurkan Aplikasi Pikat Gema Cermat, Mudahkan Pengguna Konsultasi Mengenai Obat

Gregorius Bramantyo • Jumat, 11 Oktober 2024 | 02:08 WIB

 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman resmi meluncurkan aplikasi Pikat Gema Cermat di Hotel Atrium, Sleman, Kamis (10/10/2024).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman resmi meluncurkan aplikasi Pikat Gema Cermat di Hotel Atrium, Sleman, Kamis (10/10/2024).

 

SLEMAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman resmi meluncurkan aplikasi Pikat Gema Cermat di Hotel Atrium, Sleman, kemarin (10/10). Inovasi ini memudahkan pengguna untuk langsung melakukan konsultasi mengenai obat. Dengan fitur yang disediakan, masyarakat dapat berkomunikasi dengan petugas tanpa perlu membuat akun atau login.

Pengembangan inovasi ini dijalankan oleh Bidang Sumber Daya Kesehatan yang dipimpin kepala bidang, Tunggul Birowo. Pikat Gema Cermat terintegrasi dengan aplikasi SmartDinkes Sleman yang menyediakan fitur chat interaktif.

Tunggul mengatakan, ide awal inovasi ini muncul saat dirinya mengikuti pelatihan diklat pelatihan kepemimpinan administrator. Salah satu tugasnya adalah membuat layanan kemasyarakatan. Kebetulan di bidang sumber daya kesehatan ada unsur masalah kefarmasian.

Minimnya informasi yang akurat dan memadai soal obat berpotensi menyebabkan masalah kesehatan. Sementara informasi obat yang tercantum pada kemasan sering tidak diperhatikan dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.“Ditambah masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai cara menyimpan dan membuang obat secara benar di rumah tangga,” kata Tunggul.

Inovasi ini diluncurkan untuk memberi pelayanan dan informasi terkait obat. Serta mendukung gerakan masyarakat Sleman cerdas menggunakan obat. Hal ini dilakukan lantaran banyak warga Sleman yang sebenarnya masih membutuhkan informasi tentang obat. Ditambah dengan banyaknya perilaku swamedikasi, di mana masyarakat berobat sendiri.“Yang lebih paham tentang obat itu apoteker. Masyarakat boleh beli sendiri, tapi tolong tanya dulu, bener nggak sih obat yang dibeli,” ujar Tunggul.

Bentuk layanan inovasi ini adalah telekonsultasi. Masyarakat dapat berkonsultasi dengan apoteker dengan scan QR code pada poster yang ditempel di fasilitas kesehatan (faskes). Untuk saat ini, pelayanan konsultasi berlaku pada hari Senin hingga Sabtu pukul 08.00 hingga 14.00.

Uji coba saat ini masih melibatkan apoteker di lima puskesmas dan dua apotek swasta. Ke depannya diharapkan semua faskes bisa melayani masyarakat lewat program ini. “Siapapun boleh mengakses, tidak hanya warga Sleman,” ucap Tunggul.

Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama menambahkan, lewat aplikasi Pikat Gema Cermat, masyarakat diharapkan bisa mengakses pelayanan informasi obat. Di mana selama ini masih dilakukan secara langsung dari apoteker atau dokter. “Bisa tanya tentang dosis obat, efek samping, dan interaksi obat. Sehingga masyarakat diharapkan bisa melakukan pengobatan yang rasional,” katanya.

Selama ini banyak terjadi self medication yang dilakukan masyarakat. Di mana hal itu bisa menimbulkan efek samping. Dengan Pikat Gema Cermat, masyarakat bisa berkonsultasi saat hendak minum obat. Atau saat masyarakat masih ragu dengan keterangan di dalam brosur. “Bisa langsung tanya ke apoteker. Semua obat, bahkan obat herbal juga silahkan,” tandasnya. (tyo/din)

 

Foto: GREGORIUS BRAMANTYO/RADAR JOGJA

Editor : Din Miftahudin
#obat #apotek #aplikasi #Dinkes Sleman Cahya Purnama #dinkes sleman #Yankes