Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mi Pencegah Stunting Berbahan Ganyong dan Daun Kelor dari Kebumen Raih Top Inovasi Pelayanan Publik dari Manpan RB

Muhammad Hafied • Kamis, 10 Oktober 2024 | 04:00 WIB

 

 

 

PRESTASI : Pjs Bupati Kebumen Boedyo Dharmawan dan Wiji Kusumaningsih menerima penghargaan dari Menpan RB atas inovasi makanan olahan pencegah stunting.
PRESTASI : Pjs Bupati Kebumen Boedyo Dharmawan dan Wiji Kusumaningsih menerima penghargaan dari Menpan RB atas inovasi makanan olahan pencegah stunting.

 

KEBUMEN - Pemkab Kebumen menyabet penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik Kelompok Keberlanjutan Tahun 2024 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Prestasi ini diraih atas inovasi seorang tenaga kesehatan (nakes) yang memproduksi mi sebagai makanan alternatif pencegah stunting.

Produk olahan berbahan ganyong dan daun kelor tersebut dibuat oleh Wiji Kusumaningsih. Ia merupakan nakes yang berdinas di Puskesmas Kebumen 2. Penghargaan sudah diterima. “Tadi pagi (kemarin, Red) baru pulang dari Jakarta," kata Wiji, Rabu (9/10).

Wiji mengaku bersyukur inovasi yang selama ini ditekuni dapat membawa harum nama Kebumen di kancah nasional. Ia berharap produk olahannya tersebut dapat diproduksi secara massal, sehingga dapat bermanfaat untuk menekan angka stunting. Dia membuat mi ganyong untuk desa binaan. Anak yang memang perlu pendampingan gizi saya kasih. “Ternyata hasilnya optimal," ungkapnya.

Dipilihnya bahan dasar ganyong dan kelor karena berdasar penelitian dinilai memiliki kandungan yang cukup dibutuhkan untuk mengatasi persoalan gizi kronis. Kemudian, ia berinisiatif memproduksi makanan olahan berupa mi yang mudah dikonsumsi bagi anak. Sebenarnya dia membuat bukan cuma mi, tapi ada produk lain. “Cuma yang paling efektif dan gampang ya pakai mi," jelasnya.

Pjs Bupati Kebumen Boedyo Dharmawan mengaku bangga dengan inovasi yang dilakukan Wiji Kusumaningsih yang notabene sebagai abdi negara. Produk olahan yang dihasilkan sangat membantu pemerintah daerah dalam upaya penanganan stunting. Dia berharap, kontribusi nyata ini dapat ditiru segenap ASN di lingkup Pemkab Kebumen. "Ini salah satu inovasi yang bagus yang bisa jadi contoh puskesmas lain," ucapnya.

Dia sepakat mi pencegah stunting tersebut bisa diproduksi massal sebagai makanan tambahan untuk anak. Dengan begitu persoalan stunting perlahan dapat terselesaikan. Karena untuk mencari gizi seimbang tidak harus mahal. “Cukup dengan tepung ganyong dan daun kelor," sebutnya.

Angka stunting di Kebumen kini sudah berada di bawah 10 persen. Atas keberhasilan penanganan stunting tersebut Pemkab Kebumen mendapat insentif fiskal Rp 5,6 Miliar. (fid/din)

 

Editor : Din Miftahudin
#kebumen #mi #daun kelor #Pemkab Kebumen #Ganyong