Foto Rizky Wahyu/Radar Jogja
JOGJA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana melakukan evaluasi terhadap seluruh cabang olahraga (cabor) yang ambil bagian pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 lalu. Evaluasi tersebut diharapkan bisa selesai sebelum dilakukannya pembubaran kontingen akhir Oktober mendatang.
Baca Juga: Demi Menjaga Konsistensi Prestasi, KONI DIY Segera Lakukan Evaluasi Hasil PON XXI
Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto menjelaskan, pihaknya sudah meminta kepada tim Satgas PON KONI DIY untuk melakukan evaluasi tersebut. Proses evaluasi untuk seluruh cabor yang ikut ambil bagian di PON 2024 ini wajib dilakukan. Tim satgas sudah mengundang semua cabor peraih medali untuk sinkroniasi hasil medali. “Ke depan akan dilanjutkan dengan evaluasi," ucapnya, Rabu (9/10).
Menurut Djoko Pekik, proses evaluasi tersebut nantinya akan dibagi dalam beberapa kategori cabor berdasarkan prestasi di PON 2024 lalu. Yang pertama seperti akan dievaluasinya cabor-cabor yang berangkat, tapi pulang tidak meraih medali.
Untuk kategori kedua, guru besar FIKK UNY ini juga meminta agar Satgas melakukan evaluasi kepada cabor-cabor yang pada PON lalu berhasil meraih medali, namun belum mampu memenuhi target yang dicanangkan. Sedangkan untuk kategori ketiga adalah mengevaluasi cabor-cabor yang meraih medali emas dan sukses memenuhi target yang dicanangkan.
Hal tersebut dilakukan agar ke depan kontingen DIY bisa mempertahankan atau menambah lagi jumlah medali di PON 2028 nanti. Dia menyebut ada lebih dari 13 cabor yang pulang tanpa medali. Nah itu akan diminta untuk melakukan evaluasi terlebih dahulu. “Sehingga kami bisa lebih tajam lagi mengetahui hambatan dan tantangan mereka di PON lalu agar ke depan ada langkah positif menghadapi PON selanjutnya," lontar Djoko.
Dalam evaluasi itu, KONI DIY juga akan menjaring aspirasi terkait program yang selama ini telah dijalankan pada program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) PON lalu. Hal itu sangat penting untuk Puslatda ke depan agar bisa semakin maksimal.
Menurutnya, persiapan PON tahun ini tertata dengan baik. Mulai dari sistem pemusatan latihan daerah, sistem pengawasan, sistem kontrol, sistem pendekatan baik kepada atlet, pelatih dan orang tua atlet, demi memaksimalkan potensi atlet di PON.
Evaluasi dan persiapan bagi atlet-atlet DIY itu memang sangat penting untuk menghadapi PON XXII NTT-NTB yang akan belangsung 2028 mendatang.
"Ke depan harus kami samakan visinya, agar yang berangkat PON itu ya yang meraih prestasi terbaik bukan sekadar lolos agar saat di PON bisa meraih prestasi terbaik," tegasnya. (ayu/din).
Editor : Din Miftahudin