MUNGKID - Spanduk dengan narasi 'TWCB oligarki sejati..!! Masyarakat lokal menjadi budak..?!?!' terpampang di Jalan Pramudyawardhani, kawasan Candi Borobudur, Selasa(8/10). Belum diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut.
Seorang penjual soto Wulan mengaku tidak tahu-menahu orang yang memasang spanduk itu. Sebab saat membuka warungnya sekitar pukul 07.30, spanduk itu sudah terpasang. Ketika warungnya tutup pada Senin (7/10) malam pun, spanduk itu belum ada."Kemungkinan (dipasang) malam. Karena kalau pagi, sudah banyak aktivitas di sini," terangnya saat ditemui. Dia pun sempat membaca tulisan yang ada di spanduk itu. Namun, dia enggan mengomentarinya.
Hal senada juga disampaikan oleh pengasong suvenir Kodiran. Dia menyebut, narasi yang tertuang dalam spanduk itu berkaitan dengan kondisi Borobudur saat ini. "Terutama ketika pintu 1 dan 2 ditutup. Karena saya biasa mengasong di sana, sekarang sudah tidak bisa," keluhnya.
Menurut warga BoroBaca Juga: TWC Tutup Pintu 1 dan 2 Borobudur, Pengunjung Kini Diarahkan ke Museum dan Kampung Seni Borobudur untuk Masuk dan Keluarbudur Agusta Kalang, spanduk yang terpasang di Jalan Pramudyawardhani itu merupakan kegundahan hati dari masyarakat Borobudur. "Kami melihat, kebijakan yang diambil oleh PT TWC tidak berpihak pada warga. Kami warga lokal diposisikan sebagai objek," sebutnya.
Dia menilai, kebijakan yang dilakukan lebih condong untuk meraup keuntungannya sebagai korporat. Karena itu, warga setempat mengeluarkan aspirasinya dengan memasang spanduk tersebut. Berharap ada win win solution terhadap persoalan yang sedang terjadi di kalangan warga.
Terlebih, pintu 1 dan 2 yang menjadi titik drop off dan pick up, sudah ditutup. Seluruh kendaraan dialihkan menuju Museum dan Kampung Seni Borobudur. "Mereka (TWC) tidak paham bahwa ada puluhan orang (pengasong) yang menggantungkan hidupnya di sana tanpa memberi solusi," ujar dia.Baca Juga: Tuntut Hak atas Lapak Sementara dan Jaminan di Lokasi Baru, Puluhan Pedagang SKMB Datangi Kantor PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko
Corporate Secretary Group Head PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Ryan Eka Permana Sakti mengaku baru mengetahui informasi tersebut. "Saat ini kami sedang memverifikasi lebih lanjut. Komunikasi akan terus kami jaga dalam setiap langkah yang diambil," jelas Sakti.
Namun, dia menegaskan, PT TWC selalu terbuka terhadap masukan yang membangun. Serta tetap berkomitmen menjalankan tugasnya dengan integritas, demi kepentingan budaya, pelestarian lingkungan, dan terwujudnya pariwisata yang berkualitas. (aya/din)
Editor : Din Miftahudin