GUNUNGKIDUL - Kasus pelecehan seksual kembali menimpa anak di Gunungkidul. Kali ini, anak berusia 14 tahun menjadi korban pencabulan oleh orang tak di kenalnya di jalan Hutan Gandu, Ponjong, Gunungkidul, Selasa (1/10) malam.
Kasat Reserse Kriminal Polres Gunungkidul AKP Ahmad Mirza menerangkan, kasus pelecehan terkuak setelah korban menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada ayahnya. Pelaku juga diketahui masih berusia di bawah umur."Pelaku dan korban sama-sama masih di bawah umur yakni berusia 14 tahun, kejadian saat korban berada di Jalan Hutan Gandu tiba-tiba pelaku menghampiri dan merangkul korban," ujar Mirza kepada awak media, Selasa (8/10).
Usai merangkul korban, kata Mirza, pelaku lantas melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban. Merasa ketakutan, korban memberontak dan menangis."Atas kejadian itu, orang tua korban sudah melapor ke kami," ucapnya.
Baca Juga: Wagiyo, Lansia Warga Panjatan Tewas Terbakar di Lahan Kosong Kalurahan Pengkok Gunungkidul
Kepolisian tengah melakukan penyelidikan atas kasus yang menimpa anak perempuan berusia 14 tahun itu. Pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan orang tua korban."Kami masih mengumpulkan keterangan saksi, setelah itu kami melakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku," jelasnya.
Kasus pencabulan menimpa anak semakin marak di Gunungkidul. Sebelumnya, Dinas Sosial Gunungkidul mencatat ada 35 kasus pelecehan seksual yang menimpa anak sepanjang Tahun 2024.
Seperti yang terjadi di Kapanewon Saptosari, Gunungkidul pada Kamis (18/7) lalu. Oknum guru ngaju berinisial S (30) tega mencabuli 10 santrinya.
Baca Juga: Miris, Kasus Pencabulan Marak di Masyarakat
Kemudian, siswa kelas 3 SD di Gedangsari, Gunungkidul juga menjadi korban tetangganya sendiri pada Selasa (13/8) lalu. Pelakunya merupakan anak di bawah umur nekat melakukan perbuatan tidak senonoh.
Kasus pelecehan seksual juga dialami siswi kelas 5 SD di Nglipar, Gunungkidul pada Jumat (20/9) lalu. Tersangka diamankan warga lalu diarak ke Mapolres Gunungkidul. Ironisnya, peristiwa pelecehan seksual usai anak tersebut pulang dari mengikuti ekstrakurikuler di sekolahnya.(ndi)
Editor : Din Miftahudin