JOGJA - Kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya hanya bisa mengikutkan 130 atletnya pada gelaran Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 yang dibuka secara resmi, Minggu (6/10). Kepastian tersebut didapat setelah dua atlet DIY dari cabang olahraga (cabor) blind judo dan ten-pin bowling gagal lolos dari tahapan klasifikasi, serta ada 1 atlet yang tengah sakit.
Ketua Kontingen DIY Rumpis Agus Sudarko menjelaskan, dari 133 atlet DIY yang didaftarkan untuk ambil bagian di Peparnas 2024 ini. Ternyata hanya akan ada 130 atlet asal DIY yang bisa tampil. Sebab ada dua atlet yang kemarin tidak lolos klasifikasi disabilitasnya, serta ada satu atlet yang saat ini tengah sakit.
Menurut Rumpis, meski harus kehilangan tiga atlet, kontingen DIY tetap bertekad untuk bisa tampil maksimal dan mempersembahkan medali sebanyak-banyaknya bagi daerahnya di ajang nasional tahun ini."Secara keseluruhan, tidak mempengaruhi kekuatan kontingen DIY. Sehingga, kami harapkan kekuatan kontingen tetap on the track dan target yang dicanangkan bisa dipenuhi," lontarnya.
Rumpis mengungkapkan, saat ini semangat paralimpian DIY tengah naik dan secara serius juga telah menjalani latihan awal di sejumah venue yang akan digunakan sebagai lokasi pertandingan. Melihat semangat dan kesiapan seluruh atlet tersebut, pria yang juga menjabag sebagai Kabid Binpres National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DIY tersebut optimistis, penampilan para atlet saat bertanding juga akan meningkat.
“Kalau kami lihat dari venue ke venue, semua atlet DIY berlatih dengan baik dan bersemangat,” tambahnya. Kondisi mereka juga tidak ada masalah, semua siap tanding dan lomba. Terlebih, fasilitas akomodasi dan konsumsi yang ditanggung panitia juga sudah mencukupi dan bagus, jadi semua atlet fokus pada persiapan dan pertandingan saat ini.
Ketua Biro Olahraga NPCI DIY Joned Etri Seaga menjelaskan, untuk dua atlet yang tidak lolos dalam proses klasifikasi disabilitas tersebut memang tidak tidak terlalu berpengaruh pada target yang dicanangkan oleh NPCI DIY. "Dua atlet ini kan dari cabor yang baru, jadi memang peluangnya belum bisa dipastikan juga karena kita belum mengetahui persaingan di cabor baru ini," lontarnya. (ayu/din).
Editor : Din Miftahudin