Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lebih dari 50 Persen Petani DIY Lansia, Dinilai Berpenghasilan Sedikit, Anak Muda Enggan Menjadi Petani

Agung Dwi Prakoso • Senin, 7 Oktober 2024 | 02:58 WIB

 

 

 

Petani membajak sawah menggunakan mesin traktor di kawasan Gamping, Sleman,  (6/10). Menurut data dari Dinas Pertanian dan Pangan DIY mayoritas petani di DIY berusia 45 tahun ke atas hingga lansia.
Petani membajak sawah menggunakan mesin traktor di kawasan Gamping, Sleman, (6/10). Menurut data dari Dinas Pertanian dan Pangan DIY mayoritas petani di DIY berusia 45 tahun ke atas hingga lansia.
 

JOGJA - Mayoritas petani di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berusia lanjut. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan, lalu apakah ada petani milenial, atau anak muda yang menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian?

 Menurut data dari Dinas Pertanian dan Pangan (DPKP) DIY. Petani dengan usia 15-24 tahun di DIY  sekitar 610, usia 25-34 tahun sebanyak 14.050, dan  usia 35-44 tahun sebanyak 55.638.

 Sedangkan petani yang berusia 45-54 tahun mencapai 106.529, petani usia 55-64 tahun sebanyak 122.477, dan usia 65 tahun ke atas mencapai 117.862.Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa petani didominasi oleh orang berusia 45 tahun ke atas, lebih dari 50 persen.

 Baca Juga: Berdayakan 1.000 Petani di DIY, Target Bisa Hasilkan Tiga Ton per Bulan, Muhammadiyah Luncurkan Beras Jatam

Salah seorang petani asal Piyungan, Sutejo (55) mengatakan telah bertani sejak tahun 1985. Sampai saat ini, ia menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian utama untuk menghidupi keluarganya."Tidak banyak (sawah) yang saya punya, kebanyakan nggaduh milik orang lain," ujarnya saat ditemui di sawah yang ia garap, Minggu (6/10/2024).

 

Petani asal Piyungan, Sutejo sedang menilik lahan pertanianya sembari mengusir hama penganggu tanaman saat sore hari.
Petani asal Piyungan, Sutejo sedang menilik lahan pertanianya sembari mengusir hama penganggu tanaman saat sore hari.

Ia tidak menepis pernyataan bahwa lansia memang mendominasi petani di daerahnya. Banyak pemilik lahan persawahan memang anak muda, tapi mereka hanya menitipkan lahannya ke orang dan nanti hasilnya dibagi dua (nggaduh)."Yang punya (sawah) banyak yang tidak mau (menggarap sendiri), yang punya sudah sepuh (tua) ditambah anak-anaknya banyak yang merantau," tuturnya.

 Baca Juga: Rumah Organik di Tegaltirto, Berbah, Sleman Jadi Strategi Petani untuk Merdeka Pupuk

n Kementerian RI berupaya untuk menarik generasi muda terjun ke sektor pertanian.Selain itu, ia menilai banyak anak muda yang tidak mau untuk menjadi petani karena hasil yang relatif sedikit. Selain itu, perputaran uang yang dihasilkan juga lama, berbeda dengan pegawai yang setiap bulan ada pemasukan."Padi itu empat bulan baru panen, contoh 1000 meter (sawah) bisa menghasilkan Rp 3 juta itu kalau bagus, belum lagi operasionalnya," keluhnya.

 Menurutnya, supaya terdapat regenerasi dan anak muda mau untuk bertani harus ada upaya terutama meningkatkan penjualan hasil panen. Hal itu agar anak muda mempunyai opsi bahwa pendapatan petani dengan pegawai mampu bersaing.

 Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPKP) DIY R Heri Sulistio Hermawan mengatakan selalu melakukan upaya untuk menarik anak muda ke sektor pertanian. Salah satunya dengan memberikan pendampingan dan pelatihan manajemen usaha dan teknologi pertanian."Peningkatan pendapatan bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya model pemilihan jenis tanaman yang harga jualnya tinggi," ujarnya.

 Baca Juga: Dorong Produktivitas Petani, Kementan Sinergi dengan TNI Dukung Pompanisasi di Karanganyar

Maka dari itu, ia mendorong generasi muda agar pertanian bisa untuk wirausaha baru yang kompetitif. Harapannya pelatihan dan pendampingan yang diberikan semakin meningkatkan jumlah petani milenial di DIY.“Tentunya kami bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra-mitra kami. Juga mendorong agar SMK pertanian untuk semakin menekuni bidang pertanian, dan lainnya,” (oso/din)

 

 

Editor : Din Miftahudin
#anak muda #lansia #Pertanian #Enggan #DIY #Petani