JOGJA - Pasar rakyat di Kota Jogja kini terus dikembangkan. Tidak hanya sekedar menjadi pusat transaksi bagi pedagang dan pembeli. Namun pemerintah kota (pemkot) juga berhasil menyulap pasar tradisional menjadi ruang publik bagi anak-anak muda.
Adapun untuk saat ini sudah dua pasar tradisional yang berhasil dikembangkan. Yakni Pasar Sentul dan Pasar Prawirotaman. Kedua pasar tersebut kini memiliki kesan modern dan tidak sekedar menjadi pusat jual beli saja. Namun juga menjadi ruang publik bagi masyarakat dan anak-anak muda untuk berkreativitas.
Contohnya di Pasar Prawirotaman, pasar tersebut juga memiliki fasilitas coworking space bernama Studio 103 dan pusat kuliner kekinian di lantai atas. Tidak main-main, fasilitas yang ditawarkan pun cukup lengkap. Meliputi tempat nugas bagi pekerja dan mahasiswa, ruang seminar, studio podcast, studio foto, komputer editing, studio musik, bahkan untuk akses ke lantai atas juga dilengkapi eskalator dan lift.
Baca Juga: Hebat! Pasar Prawirotaman Jadi Pasar Terbersih di Kota Jogja
Front Office Studio 103 Yogyakarta Pasar Prawirotaman Bugar Kinanthi mengatakan, kehadiran coworking space menjadi solusi bagi kalangan para pekerja kreatif. Sebab di coworking space, mahasiswa atau pekerja dapat mengerjakan tugasnya dengan biaya murah tanpa membeli makanan ataupun minuman.
“Biaya untuk menggunakan coworking space di Studio 103 hanya sebesar Rp. 10 ribu per orang. Itu sudah termasuk voucher wifi yang dapat digunakan selama enam jam,” terangnya belum lama ini.
Sementara di Pasar Sentul, pusat ekonomi yang berada di Jalan Sultan Agung, Pakualaman itu juga dilengkapi dengan area food court yang terletak di lantai atas. Kawasan food court tersebut juga memiliki area lapang yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan live music dan sebagainya. Untuk menuju lantai atas pun dilengkapi dengan fasilitas eskalator.
Kemudian untuk fasilitas penunjang. Terdapat area parkir yang memadai, lalu ATM, tempat ibadah, toilet, ruang kesehatan, dan sarana dan prasarana yang ramah penyandang disabilitas. Perbaikan fasilitas di Pasar Sentul pun diapresiasi oleh masyarakat. Salah satunya Riyanto yang merupakan pemilik tenant Bakso Hollywood di lantai atas Pasar Sentul.
Menurut dia, dengan revitalisasi Pasar Sentul membuat aktivitas pedagang dan pembeli lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. Dia pun berharap agar pemkot bisa menghadirkan banyak inovasi di Pasar Sentul. Sehingga kemudian pasar tersebut bisa lebih banyak pengunjung yang dampaknya juga akan mensejahterakan para pedagang.
“Alhamdulillah dengan adanya revitalisasi saya senang sekali, karena sekarang lebih nyaman dan fasilitas sudah memadai. Kami berharap agar ada kegiatan lain di Pasar Sentul, sehingga kemudian bisa menarik minat pengunjung untuk datang lebih banyak lagi,” bebernya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Jogja Gunawan Nugroho Utomo menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan pasar tradisional. Sehingga kemudian tidak hanya menjadi tempat jual beli. Namun juga dapat difungsikan sebagai tempat untuk anak-anak muda untuk beraktivitas.
Gunawan menilai, banyaknya anak muda yang berkegiatan di pasar rakyat tentu sangat berdampak bagi kelestarian pasar tradisional. Lantaran aktivitas di pasar tradisional akan terus hidup seiring dengan berkembangnya zaman. Disamping fungsi utamanya sebagai tempat bertransaksi bagi pedagang dan pembeli.
Menurut dia, sampai saat ini sudah ada dua pasar tradisional yang direvitalisasi dan dikemas secara modern. Yakni Pasar Prawirotaman dan Pasar Sentul. Kemudian yang kini tengah berproses untuk dikembangkan lagi menjadi lebih modern ada Pasar Terban.
Dalam upaya mengembangkan pasar tradisional, Gunawan memastikan, bahwa Disperindag Kota Jogja juga akan menggandeng paguyuban pasar dan berbagai komunitas. Sehingga kemudian, aktivitas yang ada di pasar tradisional kedepan bisa lebih nyaman digunakan oleh semua lapisan masyarakat.
“Dengan revitalisasi sosial, harapannya revitalisasi fisik nantinya dapat berjalan efektif,” katanya. (inu)
Editor : Din Miftahudin