SLEMAN - Kantor PSS Sleman disegel oleh para suporter Laskar Sembada, yakni Brigata Curva Sud (BSC). Hal tersebut dilakukan karena mereka merasa tim kebanggaannya belum bisa mencatatkan hasil yang maksimal hingga pekan ketujuh kompetisi BRI Liga 1 musim 2024/2025.
Dari tujuh laga yang telah dimainkan, tim yang berjuluk Super Elang Jawa ini baru bisa mendapatkan satu kemenangan, dua kali imbang, dan empat kali kalah. Sejauh ini, tim kebanggaan masyarakat Sleman ini menjadi juru kunci sementara atau berada di posisi 18 klasemen sementara dengan mengemas dua poin.
Maka, dari hasil tersebut, BCS mendesak manajemen Laskar Sembada untuk memberikan pertanggungjawaban atas janji-janji yang telah diucapkan, yakni untuk finish di posisi enam besar pada musim ini.
Selain itu, BCS juga menuntut respon dan tindakan dari CEO dan Komisaris PSS Sleman untuk segera melakukan perubahan sistem internal. Sehingga manajemen, tim, dan suporter dapat kembali mengimani hal yang sama dalam membawa tim Super Elja ke arah yang lebih baik.
Menanggapi hal tersebut, Manajer tim PSS Sleman Leonard Tupamahu menjelaskan, sebenarnya secara pribadi pria yang berusia 41 tahun itu sudah duduk bersama dengan para suporter PSS Sleman itu untuk membicarakan solusi permasalahan yang sedang menimpa tim Super Elja saat ini. Baginya selama para suporter masih dalam koridor dan mereka berjanji tidak akan melakukan tindakan yang anarkis, penyegelan itu bisa diterima oleh pihak manajemen tim.
"Para suporter memang belum duduk bersma dengan manajemen secara luas. Karena kemarin Pak Gusti waktu suporter kirim tuntutan dalam keadaan sakit. Pak Gusti mau, tapi untuk saat ini belum karena dia keracunan dan kondisinya agak kurang enak," cetusnya, Sabtu (5/10).
Leonard menyatakan bahwa pihaknya manajemen Laskar Sembada bisa menerima tindakan BCS yang menyegel kantor PSS Sleman itu. Sebab menurutnya penyegelan itu dilakukan karena itu adalah bentuk kekecewaan dari para suporter kepada tim Super Elja yang sejauh ini dinilai bermain kurang maksimal. "Kami bisa menerima, dan mereka dengan menyegel itu ada niat lebih baik lagi. Jadi menurut saya mewakili manajemen menerima kekecewaan itu dan ini bentuk kami menjaga hubungan baik dengan suporter," ujarnya.
Baca Juga: PSS Sleman Gagal Lanjutkan Tren Positif, Dikalahkan Malut United 0-1 di Stadion Manahan Solo
Leonard juga mengungkapkan, walaupun saat ini masih dalam kondisi tersegel, tapi sejauh ini di dalam kantor PSS Sleman tersebut masih ada aktivitas. Para pekerja masih melakukan pekerjaan seperti biasanya. Karena saat ini masih banyak yang harus diurus oleh tim manajemen Laskar Sembada.
Baca Juga: PSS Sleman v Malut United, Misi Lanjutkan Tren Positif, Jaga Momentum dan Konsistensi
Leonard percaya, dengan adanya tindakan protes para suporter itu bisa membuat PSS Sleman bisa lebih baik lagi. Sehingga apa yang dicita-citakan bersama itu bisa terwujud di musim 2024/2025 ini.
"Kalau target saya, kami bisa menyiapkan tim agar peform lebih baik dari sebelumnya. Saya nggak bisa janjikan kemenangan. Tapi yang bisa saya pastikan tim bisa lebih baik secara taktik dan mental dari sebelumnya. Harapannya hasil bisa mengikuti," katanya. (ayu).
Editor : Din Miftahudin