Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Oktober Mulai Hujan, Cuaca Tak Halangi Wisatawan ke Jogja: PHRI Optimistis Okupansi Hotel Tetap Tembus Tinggi, Ini Faktornya

Fahmi Fahriza • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 23:11 WIB

Ilustrasi foto hotel dan kawasan Tugu Jogja dalam persiapan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) sebagai salah satu acara yang banyak menarik minat para wisatawan luar DIY.
Ilustrasi foto hotel dan kawasan Tugu Jogja dalam persiapan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) sebagai salah satu acara yang banyak menarik minat para wisatawan luar DIY.
 

RADAR JOGJA - Meskipun diprediksi bulan Oktober mulai memasuki musim hujan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY tetap optimistis okupansi atau tingkat hunian hotel akan stabil.

Hal itu diyakini, karena cuaca tak dianggap sebagai penghalang bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Jogja, bahkan di tengah kemungkinan hujan yang bisa mempengaruhi aktivitas dan mobilitas.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, cuaca hujan dan panas tidak mempengaruhi orang untuk melakukan wisata atau kegiatan yang sudah direncanakan.

"Jadi tidak perlu ada kekhawatiran bagi kami di BPD PHRI DIY," katanya kepada Radar Jogja, Sabtu (5/10/2024).

Deddy menjelaskan, hal itu bisa dilihat dari angka reservasi yang sudah masuk di hotel-hotel anggota PHRI pada awal Oktober ini yang sudah mencapai kisaran 35 hingga 45 persen.

Baca Juga: Nikita Mirzani Kembali Laporkan Vadel Badjideh dan Razman Nasution ke Polisi Terkait Penyebaran Data Pribadi Anak

Dan diprediksi angka itu akan terus meningkat seiring berjalannya waktu, meskipun tidak ditetapkan target angka tertentu.

Salah satu faktor yang membuat PHRI yakin terhadap peningkatan reservasi dan okupansi adalah adanya sejumlah event besar yang digelar di DIY selama Oktober.

"Kami optimistis akan naik lagi, karena bulan Oktober banyak event besar di DIJ. Itu jadi daya tarik wisatawan luar daerah," ujarnya.

Dalam praktiknya, Lia menyebut ARTOTEL juga melakukan berbagai strategi untuk menarik perhatian para tamu.

Selain fokus pada gelaran Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE) dan room, pihaknya juga berkolaborasi dengan beberapa event, meliputi kesenian, dan wisata untuk membantu kami menaikan revenue.

"Sebagai contoh, kami punya room package PUPPETPALOOZA yang bekerjasama dengan Festival Teater Pesta Boneka," sambungnya.

Hal-hal tersebut, menurutnya jadi salah satu daya tarik tersendiri, utamanya bagi para tamu hotel yang dominan merupakan wisatawan dari luar daerah.

"Hampir semua tamu kami dari luar kota, seperti Jakarta, Jawa Barat, hingga Kalimantan," urainya.

Selanjutnya, menyoal okupansi secara angka juga cukup positif. Disebutkan, selama bulan September kemarin, tingkat okupansi atau hunian kamar di ARTOTEL menyentuh angka 85 persen.

Angka yang sama diakuinya juga diterapkan pada bulan Oktober ini.

"Untuk Oktober kisarannya 85 persen juga, kami punya total 105 kamar dengan tiga tipe. Yakni, tipe studio 23, studio 25, dan studio 41," tambahnya. (iza)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#event jogja #phri diy #WJNC #Wayang Jogja Carnival #okupansi hotel #reservasi #okupansi #Wisatawan #Jogja