JOGJA - Sepanjang rel kereta api yang melintasi kompleks Bong Suwung Jogja akan dijaga selama satu bulan untuk memastikan area tersebut tetap steril.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah mengantongi blueprint konsep pembangunan rencana jangka panjang di area tersebut.
Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo mengatakan proses mengembangkan infrastruktur di area Bong Suwung akan segera dilakukan.
Dalam blueprint yang ia pegang, area tersebut akan difungsikan untuk perluasan Stasiun Yogyakarta atau Stasiun Tugu.
“Nanti stasiun akan kami perbesar. Stasiun yang sekarang adalah stasiun heritage sehingga tidak bisa dirombak lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (4/10/2024).
Dikarenakan alasan tersebut, akhirnya PT KAI melakukan perluasan untuk rencana stasiun tambahan.
Namun, waktu pembangunan stasiun baru diperkirakan masih jauh ke depan, karena prosesnya bertahap.
"Kalau sudah dilakukan pengembangan di bawahnya (sekeliling rel), baru stasiunnya dibikin," tuturnya.
Gambaran stasiun baru tersebut direncanakan akan melintas atau mengangkang di atas rel kereta.
Bangunan stasiun baru dikonsep seperti concourse (area luas di bagian stasiun) sesuai dengan blueprint yang ada.
"Nantinya stasiun akan besar. Stasiun yang sekarang ada itu pintu gerbang depan aja."
"Tapi nanti stasiun yang kami rencanakan itu pintu masuk bisa kiri kanan, dari selatan dan utara," jelasnya.
Baca Juga: Bukan Cuma Hari Hewan Sedunia, 4 Oktober Diperingati Hari Apa Saja? Yuk Simak Daftarnya!
Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro menambahkan konsep bangunan stasiun concourse memiliki dua lantai.
Bagian bawah merupakan jalur rel dan di atasnya terdapat bangunan.
"Semacam skybridge (jembatan penghubung) tapi itu masih jauh prosesnya."
Setelah proses sterilisasi, pihak PT KAI akan konsen pada pengembangan emplasemen dan memperluas peron agar tidak terjadi kepadatan penumpang.
Saat ini beberapa petugas akan melakukan penjagaan di area Bong Suwung.
"Penjagaan kurang lebih satu bulanan," tegasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin