Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Agar Tak Ditinggal Pengunjung, Perpustakaan Punya PR Berat untuk Inovatif dan Tidak Hanya Hadirkan Buku

Fahmi Fahriza • Jumat, 4 Oktober 2024 | 03:58 WIB

Foto: Fahmi Fahriza

 

Caption: Para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta beraktivitas di area perpustakaan kampus

 

 

 

Para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta beraktivitas di area perpustakaan kampus
Para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta beraktivitas di area perpustakaan kampus

 

 

JOGJA - Kemajuan teknologi memudahkan orang untuk bisa mengakses hal-hal yang tadinya bersifat konvensional, kini menjadi digital. Seperti buku, sekarang tidak saja berupa buku fisik, namun telah tersedia e-book hingga audio book. Fenomena ini jadi hal yang memudahkan, namun di satu sisi juga menjadi kekhawatiran bahwa buku fisik akan ditinggalkan. Hingga, kunjungan ke toko buku atau perpustakaan akan menurun.

 Merespons hal tersebut, kepala perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta Labibah Zain menyadari, memang beberapa tahun terakhir pengunjung perpustakaan mengalami penurunan, meskipun tidak signifikan."Ada penurunan pengunjung, tapi tidak banyak, dan hari-hari ini hitungannya masih ramai," katanya pada Radar Jogja, Kamis (3/10).

 

"Itu jadi PR bagi kita para pustakawan untuk inovatif, agar pengunjung baru mau hadir, dan pengunjung lama mau bertahan," imbuhnya.Dalam implementasi di perpustakaan UIN, Labibah menekankan bahwa tidak saja berfokus pada tempat penyimpanan dan membaca buku semata. Namun pihaknya juga mengusung konsep Gallery, Library, Archive, and Museum (GLAM).

 Baca Juga: Masih Minim Atensi dan Apresiasi, Jama'ah Cinema Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Komitmen Perluas Gaung Perfilman di Lingkup Kampus

Disebutkan, selain membaca, ada berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di perpustakaan UIN. Seperti disediakannya alat dan bahan untuk meronce dan menjahit, ada ruangan yang di beberapa momen tertentu dijadikan tempat karaoke, ruang private untuk belajar sendirian, hingga perpustakaan yang secara aktif juga jadi tempat pameran."Saya percaya perpus itu bukan cuma untuk menyimpan buku, ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Itu inovasi yang kami lakukan," urainya.

 

Para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga beraktivitas di area perpustakaan kampus
Para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga beraktivitas di area perpustakaan kampus

Ia percaya, beragam inovasi tersebut perlu dilakukan, agar pengunjung juga punya banyak opsi kegiatan. Sehingga, secara garis besar akan memengaruhi mereka untuk terus datang dan melakukan aktivitas yang berbeda-beda setiap waktu."Kalau saya pribadi percaya, perpustakaan tidak akan mati, demikian juga dengan buku fisik, itu akan selalu ada penikmat dan pembacanya," serunya.

 "Namun dua hal itu harus diselaraskan juga dengan inovasi yang relevan dengan masa kini," pesannya.

 Sementara itu, salah seorang mahasiswa UIN Hanifa Safitri berujar, perpustakaan jadi salah satu tempat ideal yang menjadi jujugan nya selama setahun terakhir."Dulu awalnya ke sini cari buku untuk tugas, ternyata menyenangkan dan suasananya tenang. Jadi rutin ke sini," ungkap mahasiswi jurusan Manajemen Dakwah ini.

 Hanifa merinci, dalam periode satu bulan, setidaknya ia selalu menyempatkan waktu minimal dua hingga tiga kali untuk datang ke perpustakaan. Baik dilakukan bersama teman-temannya atau sendirian."Sebulan mungkin dua atau tiga kali ke perpus, tapi kadang bisa lebih. Kalau lagi butuh me time, perpus ideal sih buatku untuk menyendiri," tandasnya (iza).

Editor : Din Miftahudin
#literasi #UIN SUKA #UIN Suka Kalijaga #perpustakaan #literasi digital