JOGJA – Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan sterilisasi dan vaksinasi rabies pada puluhan kucing liar di lingkungan UGM. Ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan pengendalian populasi kucing liar di lingkungan kampus.
Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Fakultas Kedokteran Hewan UGM Widagdo Sri Nugroho berujar, kegiatan ini bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang DIJ. "Ada 25 kucing liar di lingkungan kampus UGM yang dilakukan sterilisasi dan suntik vaksin rabies, " katanya, kemarin (3/10).
Widagdo menuturkan, inisiatif sterilisasi dan vaksinasi itu juga datang dari fenomena yang ada di kampus. Sebab, terjadi peningkatan populasi kucing liar. Banyak fakultas yang menghadapi situasi ini. Jumlah kucing liar bertambah dengan pesat dan terkadang menjadi gangguan.
Program sterilisasi tersebut khusus ditujukan bagi kucing-kucing yang ada di lingkungan UGM. Berbagai fakultas dan unit kerja di UGM turut mengirimkan kucing-kucing dari area mereka untuk disterilisasi.” Program ini penting sebagai wujud pengabdian pada masyarakat, khususnya pengendalian populasi kucing liar di lingkungan kampus," imbuhnya.
Selain bertujuan mengendalikan populasi kucing di kampus, program tersebut juga memberi kesadaran pada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan hewan peliharaan. Memberi makan dan merawat kucing memang hal baik. Tapi harus bijak agar jumlahnya tidak bertambah pesat. “Jika tidak dikendalikan, populasi yang terlalu banyak bisa jadi gangguan," pesannya.
Ketua PDHI Cabang DIJ Aniq Syihabuddin menjelaskan, sterilisasi dan vaksinasi adalah dua cara paling efektif dalam mengendalikan populasi hewan. Sekaligus meminimalisasi penyebaran rabies. Sterilisasi membantu mencegah over populasi. Sementara vaksinasi mencegah penyakit zoonosis seperti rabies.
Baca Juga: Fakta Unik Kucing, Hewan Manja yang Jarang Diketahui
Aniq berharap, kegiatan sterilisasi dan vaksinasi ini diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam pengendalian populasi kucing di lingkungan UGM. Juga pencegahan persebaran rabies di Jogjakarta secara umum.
Selain sterilisasi dan vaksinasi, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan dan pengendalian populasi. Program ini juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap perawatan pasca operasi kucing yang telah disterilkan. (iza/din).
Editor : Din Miftahudin