Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PT KAI Meratakan Bong Suwung Jogja dengan Ekskavator, Beri Kompensasi  ke Warga Tertinggi Rp 25 Juta, Terendah Rp 750 Ribu

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 4 Oktober 2024 | 02:00 WIB
Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja  Proses sterilisasi bangunan di Bong Suwung oleh PT KAI dan pihak terkait dengan menggunakan ekskavator.
Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja Proses sterilisasi bangunan di Bong Suwung oleh PT KAI dan pihak terkait dengan menggunakan ekskavator.

 

 

JOGJA - Tahap sterilisasi area Bong Suwung oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) memasuki babak baru. Puluhan bangunan semipermanen milik warga mulai diratakan dengan ekskavator.

Kamis (3/10) pagi ratusan personel dari kepolisian, Satpol PP dan petugas dari PT KAI turun ke lapangan untuk melakukan pembongkaran. Para petugas memakai sepatu dan beberapa menggunakan helm safety untuk antisipasi reruntuhan. Alat berat juga dikerahkan untuk mengumpukan puing-puing kayu ataupun merobohkan bangunan yang masih berdiri.

Executive Vice President PT KAI Daop 6 Jogjakarta Bambang Respationo mengatakan, area Bong Suwung di Gedongtengen, Jogja ini merupakan bagian dari emplasemen Stasiun Jogjakarta. Tujuan dari sterilisasi adalah konsen pada keselamatan, baik warga maupun kereta saat melintas.

Baca Juga: KPU Purworejo Jadwalkan Debat, Paslon Sudah Bersiap Diri sesuai Visi Misi

Baca Juga: Wujudkan Jantung Indonesia yang Lebih Sehat, Heartology Gelar Konser Musik, Sampaikan Pesan Menari dan Teknik BHD

"Karena area ini terlarang, secara undang-undang tidak boleh ada warga yang ada di sini. Kami tidak ingin ada kejadian-kejadian melibatkan kecelakaan KA di wilayah ini," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di lokasi penertiban kemarin (3/10).

Adanya sterilisasi juga untuk mendukung operasional kereta api. Berkaitan dengan langsiran, PT KAI akan membagi langsiran agar tidak menumbulkan kemacetan. Saat ini langsiran hanya di wilayah timur, wilayah barat dinilai riskan karena banyak warga di sana.

"Kami apresiasi ke warga akhirnya menyadari bahwa keberadaannya membahayakan dirinya dan kereta api. Sehingga warga sepakat mereka membongkar sendiri dan mengosongkan lokasi itu," tuturnya.

Menurut Bambang, bangunan semi permanen di area Bong Suwung ada 75. Bangunan itu sudah lama berdiri, karena frekuensi kereta bertambah banyak dan padat maka baru saat ini tahapan sterilisasi dilakukan. "Termasuk kecepatan kereta api di wilayah Jogja bisa 120 km/jam,"  terangnya.

Selain itu, lanjut Bambang, penumpang kereta api semakin banyak, terlebih saat hari libur.  Ia mencatat penumpang bisa tembus 16 ribu per hari. Maka dari itu, PT KAI merencanakan perluasan sarana dan prasarana (sarpras) , termasuk emplasemen untuk rencana terdekat.

Baca Juga: Masih Ada Dua Tahap Belum Rampung, DPRD Kota Jogja Pastikan Pilkada Tak Pengaruhi Pembagian Kue Alkap

Baca Juga: Mantan Menkeu Bambang Brodjonegoro: BPKH Harus Jadi Leader Ekosistem Pelaksanaan Haji

Baca Juga: Wujudkan Jantung Indonesia yang Lebih Sehat, Heartology Gelar Konser Musik, Sampaikan Pesan Menari dan Teknik BHD

"Di emplasemen itu jalur relnya diperluas dulu. Peron yang sekarang kan sempit, untuk penumpang bahaya. Jadi kalau relnya dilebarin, peronnya tambah lebar," jelasnya.

PT KAI menutup akses masuk ke area itu mulai hari ini. Hal itu untuk memastikan area Bong Suwung tetap steril pasca

dilakukan penertiban. Namun sementara akses masuk dari sisi utara masih dibuka untuk jalur pembuangan sampah dan sisa bangunan.

"Sampah kami sudah punya lokasi, jadi kami angkut dengan 10 truk. Nanti kalau kurang kami tambah lagi. Kami bawa ke pembuangan di Karanganyar," tandasnya.

Terpisah, Humas Aliansi Bong Suwung Restu Baskara mengatakan, total yang tinggal di area ini 164 warga. Namun apabila dijumlahkan dengan orang yang bekerja di Bong Suwung menjadi 226 orang.

Seluruh warga sudah menerima uang kompensasi dari PT KAI dan mulai meninggalkan area Bong Suwung. "Tergantung ukuran bangunannya. Paling tinggi yang diterima Rp 25 juta, paling rendah Rp 750 ribu,"  ungkapnya. (oso/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#warga #Kereta Api #bong suwung #ganti rugi #bangunan #ekskavator #Jogja #KAI