JOGJA - Pemerintah kota (pemkot) Jogja melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) menyiapkan anggaran Rp. 7,7 miliar untuk pemeliharaan tiga ruas jalan. Ketiga jalan tersebut merupakan prioritas penanganan karena mengalami rusak ringan sejak dua tahun lalu.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Hasri Nilam Baswari mengatakan, tiga jalan yang dilakukan pemeliharaan tahun ini meliputi Jalan Bantul, Jalan Ngeksigondo, dan Jalan Komplek Balai Kota Jogja. Pemeliharaan tiga ruas jalan tersebut ditarget dapat selesai pada 22 Desember 2024 mendatang.
Nilam menjelaskan, Jalan Bantul merupakan salah satu titik yang menghabiskan anggaran terbesar dengan nilai Rp. 5,5 miliar. Alasannya, karena ruas jalan tersebut memiliki panjang 1.449 meter dan lebar 10 meter.
Kemudian, di ruas jalan tersebut juga ada normalisasi pada simpang dan pelebaran jalan dari Pojok Beteng Kulon dengan mengurangi lebar trotoar. Sementara untuk Jalan Ngeksigondo diketahui memiliki nilai kontrak sekitar Rp 1,5 miliar dan Komplek Jalan Balai Kota Jogja sekitar Rp. 757 juta.
“Saat ini pemeliharaan berkala ketiga jalan itu sudah dalam proses persiapan,” ujar Nilam, Rabu (2/10).
Dia menyatakan, bahwa dalam proses pemeliharaan tersebut pihaknya sudah memulai pengerjaan item minor di Jalan Bantul. Meliputi peninggian manhole dan grill.
Nilam memastikan, selama pengerjaan di Jalan Bantul pihaknya hanya melakukan pengaturan terhadap manajemen lalu lintas. Sehingga tidak akan ada penutupan jalan. Lantaran sebagian besar pengerjaan berupa pengupasan aspal dan bahu jalan.
“Pengerjaan dilakukan pagi sampai malam. Untuk waktu kita usahakan bisa selesai tepat waktu sesuai SPK (surat perintah kerja)," terang Nilam.
Kemudian untuk pemeliharaan jalan di Kompleks Balai Kota Jogja, pengerjaan skala besar akan dimaksimalkan pada hari libur. Lalu selama hari kerja akan diprioritaskan untuk pengerjaan skala kecil atau pekerjaan-pekerjaan minor.
“Hal itu agar pemeliharaan jalan tidak mengganggu akses pelayanan publik di komplek balai kota,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Anggota DPRD Kota Jogja Fajar Kurniawan berharap agar pemeliharaan jalan tersebut tidak mengurangi kenyamanan bagi pejalan kaki. Apalagi dalam pengerjaan di Jalan Bantul ada proyek pelebaran.
Anggota dewan dari PKS ini mengungkap, pelebaran di ruas jalan tersebut diketahui mengurangi lebar trotoar di sisi timur sebesar 1 meter. Sementara untuk sisi barat sebesar 50 sentimeter.
"Lebar trotoar yang berkurang jangan sampai mengurangi kenyamanan pejalan kaki. " kata Fajar.
“Kemudian bagi pengguna kendaraan bermotor harus lebih tertib berlalu lintas, karena jalannya lebih lebar,” imbuhnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin