KEBUMEN - Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Semali membawa berkah tersendiri bagi warga setempat. Mereka kini telah merasakan manfaat biogas yang dihasilkan dari tumpukan sampah di TPA ini.
Namun, pemanfaatan biogas untuk kebutuhan rumah tangga tersebut sementara baru bisa dirasakan 21 kepala keluarga (KK). Kendati begitu, nilai kebermanfaatan biogas ke depan masih dapat ditingkatkan untuk mencukupi kebutuhan 50 KK. "Baru dikenalkan. Kalau sudah dirasakan yang lain bisa coba pakai mandiri desa. Misalnya pakai APBDes," kata Pjs Bupati Kebumen Boedyo Dharmawan saat meninjau penggunaan biogas di Semali, Kecamatan Sempor, Rabu (2/10/2024).
Bodyo mengaku cukup senang karena persoalan sampah mulai sedikit terurai berkat adanya upaya pengelolaan sampah menjadi biogas. Dia berharap, pengelolaan sampah terdebut dapat konsisten dan terus ditingkatkan. Salah satu caranya bisa dilakukan mandiri atau melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Baca Juga: ASN di Kebumen Diminta Jangan Golput tapi Harus Netral selama Pilkada 2024
Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah itu menegaskan, selain membawa dampak positif bagi lingkungan, pengolahan sampah menjadi biogas juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Dengan kata lain, keberadaan biogas tersebut juga akan menghemat pengeluaran masyarakat. "Dengan batuan ini ibu-ibu seharusnya bisa menghemat pengeluaan Rp 75 ribu sampai Rp 100 ribu setiap bulan. Tadinya untuk LPG, sekarang tidak," ujarnya.
Kepala DLHKP Kebumen Asep Nurdiana mengatakan, selain di TPA Semali, pencanangan program biogas dari sampah juga sudah ada di TPA Kaligending. Upaya pengolahan sampah antara Pemkab bersama pihak ketiga ini menjadi salah satu jawaban atas isu kelestarian lingkungan. "Kami mencoba mitigasi. Apa itu tantangan lingkungan yang bersumber dari sampah," ungkapnya.
Secara teknis pengolahan sampah menjadi biogas berangkat dari pemanfaatan kandungan gas metan pada sampah. Gas yang dihasilkan tersebut lalu dialirkan ke rumah warga sebagai bahan bakar alternatif. Rencananya, program ini akan terus berlanjut. Salah satu caranya dengan menambah jangkauan pipa distribusi biogas, pengadaan kompor biogas dan pembentukan kelompok masyarakat dalam upaya pemeliharaan sarana dan prasarana biogas. (fid/din)
Editor : Din Miftahudin