KEBUMEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebumen mulai menyicil terkait logistik Pilkada 2024. Terhitung 55 hari jelang coblosan, sejumlah logistik saat ini masih terus berdatangan. Terbaru, KPU telah menerima 8.748 bilik suara sesuai kebutuhan di tempat pemungutan suara.
Baca Juga: Berawal Debat di Medsos soal Rumah Dinas Bupati Kebumen, Berakhir dengan Intimidasi dan Tamparan
Kasubbag Keuangan, Umum dan Logistik KPU Kebumen Rizkia Farikha mengatakan, kedatangan logistik berupa bilik suara di Gudang KPU Kebumen merupakan tahap kedua. Sebelum ini pihaknya baru menerima kabel ties sebanyak 26.244 buah. "Sudah kami terima bilik muatan satu truk. Masih kami tunggu kedatangan logistik lain," katanya, Rabu (2/10).
Baca Juga: Kuota Belum Tercukupi, Perpanjang Pendaftaran PTPS, Bawaslu Kebumen Buka Rekrutmen hingga 10 Oktober
Rizkia menyampaikan, selain bilik suara, KPU juga menerima tinta sebanyak 4.374 botol. Nantinya bilik suara dan tinta tersebut akan didistribusikan ke setiap TPS. Dengan rincian setiap TPS menerima empat buah bilik dan dua botol tinta. "Ada beberapa yang belum datang. Yang di gudang sudah kami inventarisir," jelasnya.
Baca Juga: ASN di Kebumen Diminta Jangan Golput tapi Harus Netral selama Pilkada 2024
Lebih lanjut, logistik Pilkada 2024 dijadwalkan akan datang secara bertahap. Ia memastikan, seluruh kebutuhan logistik di 2.187 TPS akan tercukupi. "Masih banyak yang belum datang. Surat suara, sampul, kotak suara dan formulir belum datang," ucapnya.
Baca Juga: Distribusi Logistik Pilkada Mulai Dikirim, KPU Kebumen Terima 26 Ribu Kabel Ties
Terkait surat suara, kata Rizkia, saat ini masih dalam proses. Hal ini mengingat baru saja dilaksanakan pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kebumen. Selain itu, juga menyesuaikan daftar pemilih tetap (DPT) yang sudah ditetapkan. "Surat suara masih lama. Mungkin saja akhir Oktober karena proses pengundian nomor urut baru selesai," ungkapnya.
Kordiv SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kebumen Muhammad Nurul Ichwan mengatakan, pihaknya turut mengawasi proses kedatangan logistik di gudang KPU. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada proses pelanggaran terutama pada bagian logistik Pilkada 2024. "Kami ikut di lokasi pas logistik datang. Memantau seperti apa kondisinya," katanya. (fid)
Editor : Din Miftahudin