SLEMAN - Manajemen PSS Sleman mengistirahatkan Wagner Lopes dari kursi kepelatihan tim. Keputusan ini menyusul hasil minor yang dialami Super Elja hingga pekan ketujuh kompetisi BRI Liga 1 musim 2024/2025.
Baca Juga: Leonard Tupamahu Akui Berat Perjalanan PSS Sleman di Musim Ini, Segera Lakukan Evaluasi
Diketahui dari tujuh laga yang telah dimainkan, tim yang berjuluk Super Elang Jawa ini baru bisa mendapatkan satu kemenangan, dua kali imbang, dan empat kali kalah. Alhasil tim kebanggaan masyarakat Sleman ini masih tertahan di posisi 18 klasemen sementara dengan mengemas 2 poin.
Baca Juga: Cleberson Yakin PSS Sleman Segera Bangkit, Mengakui Sangat Susah untuk Melewati Ujian Ini
Wagner Lopes dianggap menjadi sosok yang paling bertanggung jawab di balik rentetan hasil minor yang dibukukan PSS Sleman. Sebab pelatih berpaspor Jepang itu gagal meraih hasil positif untuk Laskar Sembada. Apalagi PSS Sleman mengawali musim dengan minus tiga poin.
Manajemen PSS pun kemudian mengambil langkah. Meski belum diberhentikan, Wagner kini diistirahatkan sambil dilakukan evaluasi.
"Belum diberhentikan, masih dievaluasi. Untuk sementara diistirahatkan dulu," kata Presiden Direktur PSS, Gusti Randa kepada Radar Jogja, Rabu (2/10).
Baca Juga: PSS Sleman Gagal Lanjutkan Tren Positif, Dikalahkan Malut United 0-1 di Stadion Manahan Solo
Rapor pelatih berpaspor Brasil-Jepang bersama Laskar Sembada memang tidak mentereng. Dari tujuh laga yang telah dilakoni, dua kekalahan yang menimpa tim Super Elja itu berasal dari dua tim yang baru promosi ke Liga 1 musim ini.
Yang pertama kalah dari Semen Padang FC dengan skor 0-1 dan yang kedua kalah dari Malut United dengan skor 0-1. Sehingga jajaran manajemen segera melakukan evaluasi kinerja tim secara cepat dan menyeluruh.
Baca Juga: Phil Ofusu-Ayeh Ingin Lanjutkan Tren Positif PSS Sleman, Menjamu Malut United Tekad Cetak Gol Lagi
Meski demikian, jajaran manajemen masih belum menentukan masa depan Wagner Lopes. Bisa saja manajemen mengganti pelatih berusia 55 tahun itu.
Tapi keputusan untuk mengganti pelatih tentu harus melalui rapat bersama semua pihak. Termasuk komisaris."Belum tahu, karena ini keputusan bersama termasuk dari Komisaris," tegasnya. (ayu).
Editor : Din Miftahudin