JOGJA - Sesuai prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) bahwa wilayah DIY memasuki musim penghujan mulai Oktober. Bersamaan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyatakan status darurat kekeringan dicabut dan tidak diperpanjang.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, kemungkinan status darurat kekeringan di DIY tidak akan diperpanjang. BMKG memperkirakan musim hujan akan mulai turun pada dasarian kedua Oktober dengan intensitas ringan. Seiring berjalannya waktu, intensitas hujan diprediksi semakin meningkat pada dasarian ketiga Oktober.
"Misalnya hidrometeorologi, tentu saja kita siaga daruratnya hidrometeorologi basah yang berakibat pada longsor banjir dan lain-lain," ujarnya saat dikonfirmasi Senin (30/9/2024).
Terkait penetapan status selanjutnya, Noviar masih menunggu informasi valid dari BMKG. Sementara menunggu itu, saat ini pihaknya belum melakukan siaga lanjutan.
Walaupun status darurat kekeringan telah dicabut, pihaknya masih memasok air bersih di beberapa wilayah terdampak kekeringan. Hal itu karena masyarakat di sebagian wilayah masih membutuhkan pelayanan droping air bersih.
Hingga 29 September 2024, jumlah air bersih yang disalurkan di Kabupaten Bantul 312 kali meliputi 7 kapanewon, 13 kalurahan dengan jumlah total 1.560.000 liter. Kabupaten Kulon Progo 188 kali, di 7 Kapanewon, 21 kalurahan dengan jumlah total 940.000 Liter.
Selanjutnya Kabupaten Gunungkidul 980 kali di 10 kapanewon, 24 kalurahan dengan jumlah total 5.340.000 liter. "Kabupaten Sleman dan Kota Jogja tidak ada penyaluran bantuan air bersih," tuturnya.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas mengatakan, puncak musim penghujan pada bulan November. Mulai memasuki msuim penghujan pada bulan Oktober.
Saat Musim penghujan, patut diwaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi. Umumnya, hujan lebat disertai angin kencang akan terjadi saat masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan. "Waspada terhadap pohon tumbang, terlebih saat berkendara," ujarnya. (oso/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita