Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dispar Kota Jogja Optimis Kawasan Kotabaru Bisa Pecah Keramaian di Tugu dan Malioboro

Iwan Nurwanto • Senin, 30 September 2024 | 14:25 WIB
Warga berfoto di kawasan Kotabaru Jogja
Warga berfoto di kawasan Kotabaru Jogja

RADAR JOGJA - Kawasan Cagar Budaya (KCB) Kotabaru disebut memiliki potensi pariwisata. Pemkot Jogja pun berupaya mengembangkan kawasan tersebut agar dapat memecah penumpukan wisatawan. Sehingga tidak hanya terpusat di kawasan Tugu dan Malioboro saja.


Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja Wahyu Hendratmoko mengatakan, pada Agustus lalu kunjungan wisatawan di KCB Kotabaru mencapai 500 ribu orang. Dari jumlah tersebut, rata-rata belanja wisatawan mencapai Rp 200 ribu per orang.


“Sehingga itu menjadi sebuah fakta bahwa pengembangan Kawasan Kotabaru benar-benar berdampak pada peningkatan pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ujar Wahyu, Minggu (29/9).


Dia menilai, potensi wisata di kawasan Kotabaru terletak pada atraksi yang digelar ketika sore hingga malam hari. Kemudian juga didukung dengan berbagai fasilitas yang ada seperti pedestrian, garden city, kawasan premium, dan suasana malam yang menarik.


Sehingga, menurut Wahyu, harus ada keterlibatan banyak pihak dari agar aspek pelestarian dan pengembangannya dapat selaras. Dispar Kota Jogja pun telah mengembangkan berbagai atraksi wisata seperti Kotabaru Heritage Film Festival, Tour de Kotabaru, Kotabaru Ceria, Jogja Enjoy Music Asyik.


Dia pun menilai, KCB Kotabaru saat ini juga menjadi daya tarik besar bagi wisatawan. Sehingga dapat menjadi alternatif destinasi wisata di Kota Jogja. "KCB Kotabaru juga menjadi kawasan yang melengkapi dan menyangga kawasan Malioboro maupun Tugu, sekaligus untuk memecah keramaian agar di sana tidak terlalu padat," ungkap Wahyu.


Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja Aman Yuriadijaya menyampaikan, kehadiran KCB di Kota Jogja harus dapat dimaksimalkan untuk kepentingan budaya dan ekonomi masyarakat. Terlebih jika melihat 32,8 kilometer atau 70 persen wilayah Kota Jogja merupakan KCB.


Aman menilai, salah satu strategi dalam pengelolaan kawasan budaya adalah dengan melibatkan langsung peran masyarakat sebagai pelestari. Sebab mereka yang bersandingan langsung dengan KCB dan tahu dengan berbagai sejarahnya.

Menurut dia, dalam pengembangan kawasan cagar budaya harus berada pada koridor konservasi menjaga aspek kelestariannya. “Tapi juga mendatangkan dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” bebernya.


Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti mengungkapkan, dalam pemanfaatan KCB harus mengedepankan pelestarian yang berkelanjutan. Terlebih juga sudah ada regulasi yang mengaktivasi KCB wajib melalui pendekatan budaya dengan mempertahankan sejarah maupun arsitektur bangunannya.

“Pelestarian KCB merupakan sebuah investasi jangka panjang bagaimana pemanfaatannya secara kontekstual mampu menghidupkan dan menghidupi masyarakat,” terang Yetti. (**/inu/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Kota Jogja #heritage #kotabaru #festival #Pariwisata #kawasan #cagar budaya #KCB #Wisatawan #Ekonomi