Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Media Massa dan Media Sosial Efektif untuk Kenalkan Potensi Kulon Progo, Bagaimana Strateginya?

Anom Bagaskoro • Senin, 30 September 2024 | 02:18 WIB

 

 

 

Talkshow media massa dan media sosial di Manunggal Fair 2024. Talkshow ini bertema Melihat Kulon Progo dari Kacamata Media Massa dan Media Sosial.
Talkshow media massa dan media sosial di Manunggal Fair 2024. Talkshow ini bertema Melihat Kulon Progo dari Kacamata Media Massa dan Media Sosial.

 

 

KULON PROGO - Perkembangan informasi membuat kompetisi media massa dan media sosial semakin ketat. Namun, di balik kompetisi itu media massa dan medsos memiliki peran dalam mengenalkan potensi Kulon Progo ke khalayak umum. Terlepas dari koridor yang berbeda antara media sosial dan media massa.

Ini disampaikan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo Agung Kurniawan saat menjadi pembicara di Talkshkw Manunggal Fair, Sabtu (29/8/2024). Dalam talkshow bertema Melihat Kulon Progo dari Kacamata Media Massa dan Media Sosial ini, mencoba menganggkat peran kedua media dalam menyebarkan informasi mengenai Bumi Binangun."Koridornya berbeda, tetapi peran media massa dan medsos dalam memperkenalkan potensi Kulon Progo sama saja," ucap Agung.

Agung menjelaskan, melalui kedua platform media potensi Kulon Progo dalam berbagai aspek dapat disebarluaskan ke masyarakat umum. Tentunya, akan memberjman efek baik bagi perkembangan Kulon Progo di kemudian harinya.

Melalui media sosial masyarakat dapat mengetahui pariwisata di Kulon Progo. Media sosial seperti Instagram dan YouTube mampu memberikan informasi serta gambaran suasana yang dapat menjadi testimoni awal sebelum berkunjung ke tempat wisata.

Narasumber lainnya, wartawan senior Amin Kuntari menjelaskan, keberadaan media sosial dan media massa memiliki koridor yang berbeda. Media massa tak mampu menjangkau pasar media sosial, atau sebaliknya. Lantaran, media massa memiliki aturan publikasi yang didasari kode etik. Sedangkan media sosial memiliki regulasi yang diatur dalam UU ITE.

Baca Juga: Percepat Proses Perizinan Usaha Olahan Makanan, BBPOM DIY dan Pemkab Kulon Progo Lakukan Penandatanganan Kerjasama

Keduanya memiliki koridor masing-masing, sehingga tak bisa disamaratakan. Namun, keduanya memiliki peran dalam memberikan informasi mengenai potensi Kulon Progo ke masyarakat luas."Potensi Kulon Progo banyak, mulai dari pariwisata hingga sektor lainnya," ucapnya.

 

 

Potensi Kulon Progo sangat banyak. Sayang jika potensi itu tak disebarluaskan ke khalayak umum. Jika potensi dapat dikenal masyarakat luas, potensi akan terangkat secara sendirinya. Terutama potensi dapat dikembangkan menjadi unsur yang bermanfaat bagi daerah. Sperti potensi wisata sebagai penyumbang PAD. (gas/din)

Editor : Din Miftahudin
#potensi #Kulon Progo #Media masa #media social