JOGJA - Oktober dan November tahun ini, sektor pariwisata DIY diproyeksikan mengalami penurunan angka kunjungan wisatawan, atau low season.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIJ Bobby Ardyanto Setyo Ajie menyebut, secara pola tahunan ia merinci bahwa geliat wisata di Oktober memang akan melandai, diprediksi hingga sekitar pekan kedua bulan Desember.
"Salah satu alasannya adalah musim hujan, akhir tahun saat natal dan tahun baru nanti akan meningkat," katanya kepada Radar Jogja, Sabtu (28/9/2024).
"Tapi kemungkinan awal Januari akan turun lagi, secara garis besar polanya seperti itu," sambungnya.
Dalam menghadapi potensi low season tersebut, Bobby berpesan kepada seluruh stakeholder pariwisata perlu bersiap dari sekarang.
Untuk segera menyusun program, hingga mitigasi dini yang bisa dilakukan agar tetap produktif, dan menarik perhatian wisatawan agar berkunjung.
"Mengisi low season harus lebih produktif, dan saat pelaksanaan di destinasi, prepare nya harus lebih baik. Bisa disiapkan dari sekarang," tuturnya.
"Salah satu yang bisa digencarkan itu Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang sifatnya indoor," sarannya.
Selain penyusunan program dan menggencarkan MICE, Bobby menilai bahwa penguatan sinergi antar stakeholder wisata di DIJ perlu ditingkatkan.
Menurutnya, sampai sekarang sinergitas tersebut masih jadi PR besar yang perlu diselesaikan secara kolektif.
"Ego sektoral nya masih tinggi, antar kabupaten atau kota maunya jalan sendiri-sendiri, itu jadi hal yang cukup dikhawatirkan juga. Padahal harusnya Jogja itu nyawiji, berkolaborasi," bebernya.
"Kolaborasi antar stakeholder juga penting, mulai dari Dinpar DIJ, BI, DPRD, GIPI sendiri, hingga badan otorita Borobudur," ungkapnya.
Diakuinya, sinergi antar kabupaten kota, sekaligus antar stakeholder wisata dengan pemerintah tersebut jadi aspek penting.
Karena hal tersebut akhirnya akan berdampak pada banyak sekali aspek turunannya.
"Itu akan berdampak pada pengambilan keputusan di sektor wisata, mulai dari sarpras, infrastruktur, sampai kualitas SDM wisatanya," urainya.
Terpisah, penurunan kunjungan wisatawan ke Jogja sedikit banyak juga dikonfirmasi oleh Nur Hanafi, salah satu staf rental motor di Jogja.
Hanafi membenarkan, trafik wisatawan memang umumnya melandai di Oktober, hal tersebut salah satunya tercermin dari penyewa motor yang juga menurun.
"Kami biasanya koordinasi dengan rental lain, Oktober memang sepi, apalagi kalau hujan," sebutnya.
"Ramainya nanti baru pas dekat natalan dan tahun baru, mungkin karena libur panjang juga," lontarnya.
Dalam periode tahunan, ia menyadari menang ada beberapa periode di mana penyewa akan tinggi dan berlebih.
Namun, juga ada masanya penyewa akan sepi.
"Kalau yang rame jelas pas libur lebaran sama akhir tahun, kami punya 30 unit motor sekarang, itu biasanya sampai waiting list," ucapnya.