JOGJA - Kapolresta Yogyakarta bekerjasama dengan pemerintah kota (Pemkot) Jogja berupaya untuk mengedukasi masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Wujudnya dilakukan dengan membangun Monumen Edukasi Lalu Lintas (Moella) di Taman Edukasi Lalu Lintas Giwangan.
Moella berbeda dengan monumen pada umumnya. Jika biasanya monumen menonjolkan keindahan, Moella justru dibuat agak sangar karena menggunakan dua motor yang kondisinya sudah hancur pada bagian depannya. Kendaraan tersebut diketahui merupakan bekas kecelakaan.
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Dharma mengatakan, Moella memang sengaja dibuat berbeda dengan monumen pada umumnya. Sebab pihaknya ingin memberikan pesan kepada masyarakat agar tertib dalam berlalu lintas.
Dia berharap, kehadiran monumen tersebut dapat memberikan pesan kepada masyarakat untuk tertib selalu berhati-hati di jalan. Sehingga kemudian dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan atau mengantisipasi adanya kecelakaan lalu lintas.
Aditya menerangkan, menjaga keselamatan lalu lintas sejatinya bukan tugas dari petugas kepolisian atau pemerintah. Namun juga memerlukan dari kesadaran masyarakat khususnya pengguna jalan.
“Adanya monumen ini harapannya masyarakat yang masuk ke Taman Edukasi Lalu Lintas dapat ingat, bahwa akibat yang akan terjadi jika tidak mematuhi rambu lalu lintas," ujar Aditya, Jumat (27/9).
Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto menilai, kehadiran Moella nantinya akan menjadi pengingat bagi pengendara jalan agar selalu berhati-hati. Sekaligus menyadarkan masyarakat tentang pentingnya mengendapkan keselamatan di jalan.
Sugeng pun berkomitmen, bahwa pemkot akan terus mensosialisasikan tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas melalui berbagai kegiatan. Sebab keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kami akan terus melakukan berbagai kegiatan dan sosialisasi tentang keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat, dengan tujuan menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin