Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jogja Book Fair 2024 Sedot Lebih dari 50 Ribu Pengunjung Ciri Khas Keistimewaan, Dukung Peningkatan Literasi

Elang Kharisma Dewangga • Jumat, 20 September 2024 | 14:50 WIB

Paniradya Pati Keistimewaan DIY ARIS EKO NUGROHO.
Paniradya Pati Keistimewaan DIY ARIS EKO NUGROHO.

RADAR JOGJA - Jogja Book Fair (JBF) 2024 yang berlangsung selama 10 hari sejak Selasa (10/9) berakhir dan ditutup tadi malam. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY berhasil menyedot perhatian masyarakat.

Setiap hari rata-rata dikunjungi 5.000 orang. Selama JBF 2024 berlangsung sedikitnya dihadiri 50 ribu pengunjung. “JBF menjadi salah satu ciri khas keistimewaan DIY dalam mendukung peningkatan literasi,” ujar Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho Kamis malam (19/9).


Penyelenggaraan JBF berhasil membangun kolaborasi lintas organisasi perangkat
daerah (OPD) Pemda DIY. Kerja sama antar-OPD dengan berbagai komunitas terjalin
dengan baik. Aris berharap, di masa datang sinergitas selama JBF antarberbagai pemangku kepentingan terus ditingkatkan.


Birokrat yang pernah menjabat kepala Dinas Kebudayaan DIY itu ingin buku-buku
yang dihasilkan Pemda DIY ikut dipamerkan selama JBF berlangsung. Dengan begitu tidak hanya dari buku dari masyarakat atau kalangan swasta saja.

"Ini kan baru awal. Buku-buku yang dihasilkan oleh pemerintah daerah juga perlu
disajikan agar masyarakat mengetahui,” pintanya. Diingatkan, banyak buku karya Pemda DIY yang dihasilkan dalam mendukung upaya peningkatan literasi. Demikian pula yang berhubungan dengan sosialisasi Keistimewaan DIY.


JBF 2024 merupakan agenda tahunan yang digelar Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI)
DIY bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY. Selain itu, JBF 2024 juga dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sistem Kearsipan Dinas Perpustakaan
dan Arsip Daerah DIY Wardoyo mengatakan, lancar dan suksesnya penyelenggaraan JBF 2024 karena dukungan banyak pihak. “Konsep dan semangat kerja kolaborasi,” katanya saat menyampaikan sambutan penutupan JBF 2024 tadi malam.

Jogja Book Fair (JBF) 2024 yang diselenggarakan di Halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY
Jogja Book Fair (JBF) 2024 yang diselenggarakan di Halaman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY


Menurut dia, Hari Literasi Internasional merupakan momen penting untuk merefleksikan sejauh mana perkembangan literasi. "Terutama peran literasi dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas dan berwawasan luas," ujarnya.


Lebih jauh dikatakan, sebagai upaya mewujudkan DIY sebagai ibu kota perbukuan
nasional, instansinya perlu membangun sinergitas berbagai pihak, khususnya dengan IKAPI DIY. Sinergitas itu, sambung Wardoyo, diimplementasikan dengan dukungan dari Paniradya Kaistimewan DIY, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY serta Dinas Koperasi dan UKM DIY.

“Juga beberapa instansi lainnya sehingga mampu mewujudkan kerja-kerja
kebudayaan melalui Jogja Book Fair 2024,” paparnya.

Baca Juga: Perdana, Motor Listrik Honda Resmi Dukung MotoGP Mandalika

Baca Juga: Sumedi, Dulu Tukang Becak Kini Mampu Olah Limbah Plastik Sebulan 600 Kg, Jadi 50 Jenis Kerajinan Hiasan Akuarium
Diingatkan, upaya mewujudkan literasi masyarakat menjadi lebih baik dengan kerja
kebudayaan. Kerja lintas sektoral dan lintas generasi. JBF 2024 menjadi momentum
membangun kesadaran literasi di berbagai lapisan masyarakat. Wardoyo juga sepakat kualitas penyelenggaraan JBF 2024 perlu terus ditingkatkan.

Karena itu, perlu ada evaluasi agar ke depan menjadi semakin baik. "Mari jadikan literasi sebagai budaya dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan
kita," ajaknya.


Ketua IKAPI DIY Wawan Arif mencatat penyelenggaraan JBF 2024 lebih baik
daripada tahun sebelumnya. Itu dapat diamati dari jumlah penerbit yang berpartisipasi semakin banyak. Jumlahnya dua kali lipat . Tahun ini ada 87 penerbit yang terlibat “Angka pengunjung juga meningkat cukup signifikan,” kata Wawan.

Dikatakan, DIY punya modal sebagai kota perbukuan. Ada 500 penerbit yang tercatat aktif. Ekosistem pembaca juga tercipta dengan baik karena predikatnya sebagai kota pelajar. Rata- rata mahasiswa baru. Mereka mendominasi 80 persen dari pengunjung yang datang ke JBF 2024. (oso/kus)

Editor : Heru Pratomo
#OPD #Jogja Book Fair 2024 #dinas kebudayaan #JBF #DPAD DIY #minat baca #ikapi #pengunjung #buku #Paniradya #Keistimewaan DIY #Sektor #Aris Eko Nugroho #pemda diy