ACEH - Dalam setiap pertandingan olahraga, peran dan dukungan dari para suporter sering kali dianggap sebagai salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi penampilan para atlet di lapangan. Yel-yel, sorakan, dan dukungan penuh semangat dari para penggemar memiliki dampak psikologis yang besar terhadap penampilan atlet.
Nah, pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 ini, ada hal yang menarik saat jalannya pertandingan penyisihan pool cabang olahraga (cabor) Basket 3x3 PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Hall Basket Kompleks Stadion Harapan Bangsa (SHB) Banda Aceh, Rabu (18/9/2024). Tim Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat banyak dukungan suporter saat menghadapi Banten.
Menariknya, dukunga tersebut muncul dari anak-anak TK, pelajar SMA, dan para guru dari sekolah di sekitar Stadion Harapan Bangsa (SHB). Mereka mendukung tim basket 3x3 putri DIJ menggunakan othok-othok atau mainan khas Yogyakarta yang terbuat dari bambu dan kayu yang bisa mengeluarkan bunyi ketika diputar.
Anak-anak TK, Pelajar SMA, dan para guru itupun sangat antusias saat membunyikan otok-otok di kala tim DIY berhasil mencetak poin. Suara otok-otok itu menggema di dalam Hall.
Ada skitar 300 buah othok-othok yang dibawa oleh jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY untuk dibagikan secara gratis di arena perlombaan di Aceh, sebagai atribut untuk mendukung tim DIJ saat bertanding. Tak hanya anak-anak, banyak pelajar usia remaja, bahkan orang tua yang ingin memilikinya namun sudah tak kebagian.
Baca Juga: Kunjungi Kontingen Yogyakarta , KGPAA Paku Alam X Beri Motivasi Atlet Yang Berlaga di PON XXIBaca Juga: Sopir Kontingen Mengeluh Distribusi BBM Tidak Lancar selama Perhelatan PON XXI Aceh-Sumut 2024
Kepala Sekolah TK My Dream School, Aceh Nova Andriani mengaku sangat senang bisa memainkan permainan tradisional khas Jogja saat melihat tim basket 3x3 putri DIJ berlaga. Menurutnya dengan adanya permainan otok-otok ini para siswanya sangat senang dan bisa menjadi kenang-kenangan dari Yogyakarta di PON 2024 ini.
"Anak-anak sangat tertarik dan senang. Karena ini selain untuk mendukung tim, hal ini juga bisa untuk mengenalkan permainan tradisional ke anak-anak daerah lain," ucapnya saat menonton penampilan tim basket 3x3 putri DIY, Rabu (18/9/2024).
Salah satu siswa dari Mas Ruhul Islam Anak Bangsa, Aceh Arinal Mana mengaku bar pertama kali melihat dan bisa memainkan otok-otok itu secara langsung. Baginya permainan tersebut adalah salah satu simbol untuk menunjukkan adanya kekreatifan anak bangsa, khususnya di Yogyakarta ."Ini sangat unik dan menarik. Karena ini bisa menunjukkan budaya kita," tegasnya.
Anggota tim Satgas PON Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY Paryono mengatakan pihaknya memang sengaja membawa otok-otok ini ke PON 2024 ini. Menurutnya selain untuk mensuport para atlet DIY, permainan itu dibawa juga bertujuan untuk memperkenalkan budaya DIY ke luar daerah lain."Ini juga sambil memperkenalkan tim Yogyakarta ada di sini PON 2024," katanya. (ayu).
Editor : Din Miftahudin