MUNGKID - Ribuan pedagang dan area parkir pengunjung kini mulai dialihkan ke Museum dan Kampung Seni Borobudur. Ada beberapa bangunan yang dirancang khusus untuk menampung ribuan pedagang. Selain itu, ada pula museum, amfiteater, dan lainnya. Sementara lokasi parkir berada di belakang.
Museum dan Kampung Seni Borobudur di Dusun Kujon dibangun di lahan seluas 10,74 hektare. Keberadaannya dirancang untuk meningkatkan pengalaman wisatawan dengan berbagai fasilitas modern. Sekaligus mendukung pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Candi Borobudur.
Saat Radar Jogja berkeliling ke lokasi, ada beberapa bangunan yang didesain khusus untuk menampung para pedagang. Mereka sudah mulai menjajakan dagangannya di lapak yang disediakan. Setiap lapak, diberi sekat agar tidak bercampur dengan pedagang lain.
Selain itu, masing-masing lapak terdapat ruang penyimpanan di bagian bawah untuk menyimpan barangnya. Terkesan lebih rapi dan tampak bersih. Museum dan Kampung Seni Borobudur juga dilengkapi dengan tanaman-tanaman agar lebih sejuk.
Pedagang suvernir Devi Ariyani, 30 menyebut, sudah mulai pindah ke Museum dan Kampung Seni Borobudur sejak Selasa (17/9/2024). Sebelumnya, dia telah mengikuti pengundian untuk mendapatkan lapak. "Dapat blok D. Kalau di sini, tempatnya lebih rapi dan bersih," terangnya saat ditemui, Rabu (18/9/2024).
Baca Juga: Wah Ditunda, Pemasangan Chattra di Candi Borobudur Masih Perlu Dikaji, Ini Alasannya..
Dia mengaku, sudah berjualan suvernir di Candi Borobudur sejak 2015. Namun, dia hanya melanjutkan usaha dari orang tua yang sudah ada sejak 1982. Dia berharap, setelah pindah, dagangannya akan semakin laris dan pendapatannya stabil.
Pengunjung asal Malaysia Fazira mengatakan, baru pertama kali berkunjung ke Candi Borobudur. Dia bersama tiga temannya berkesempatan untuk naik ke struktur candi. Namun, saat hendak keluar, mereka justru kesasar hingga membawanya ke Museum dan Kampung Seni Borobudur.
Hal itu disebabkan petunjuk arah di Museum dan Kampung Seni Borobudur masih minim. "Kami nyasar karena kurang penunjuk arah. Tempat jual minum juga kurang. Sampai capek jalan kaki. Tapi tak masalah, buat pengalaman," tuturnya.
Corporate Secretary Group Head PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Ryan Eka Permana Sakti menjelaskan, proses peralihan operasional area parkir itu sudah dimulai sejak Senin (16/9/2024). Uji coba itu dinilai penting guna mengevaluasi pelayanan kepada pengunjung.
Dia mengatakan, uji coba tersebut dilakukan secara bertahap sembari menyesuaikan peralihan operasional. "Kami ingin memastikan bahwa sebelum sepenuhnya berfungsi, pengunjung bisa lebih familier (dengan transisi ke Kampung Seni Borobudur)," terangnya.
Dia mengutarakan, dari operasional sebelumnya, yang membedakan adalah akses masuk menuju Candi Borobudur. Untuk sistem drop off, penumpang dapat turun dan masuk melalui pintu utama atau main gate. Kemudian, pengemudi bisa memarkirkan monilnya di lokasi parkir baru atau tempat lainnya.
Baca Juga: Borobudur Night Carnival Digelar Akhir Pekan Ini, Suguhkan Puluhan Atraksi Seni Dijamin Tetap Meriah
Opsi kedua, bisa masuk melalui Kampung Seni Borobudur. Nantinya, ada kendaraan electric vehicle (EV) wara-wiri gratis yang menghubungkan pengunjung menuju zona II. Ada tiga titik yang bisa dimanfaatkan pengunjung jika berkenan menaiki EV.
Pertama, dari Kampung Seni Borobudur menuju pintu utama. Kemudian, area turun pengunjung atau sisi utara candi dan di pintu utama. "Pengunjung diberikan opsi. Boleh berjalan menikmati suasana atau menggunakan EV. Penggunaan EV pun, saat ini masih gratis," sebutnya.
Selama dua hari ini, dia melihat, penggunaan EV cukup efektif untuk menghubungkan pengunjung dengan pintu utama Candi Borobudur. Saat ini, kendaraan EV yang digunakan untuk mengangkut penumpang ada 15 unit. Masing-masing unit dapat menampung maksimal hingga 23 orang.
Selain peralihan operasional area parkir, lanjut dia, sebanyak 1.943 pedagang sudah mulai membuka lapaknya di Kampung Seni Borobudur. Bahkan, eks lokasi relokasi sementara lapak pedagang sudah dibongkar dan hendak dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau.
Baca Juga: 34 Kontingen Unjuk Kebolehan pada Gelaran Borobudur Night Carnival
Dia menambahkan, proses pemindahan para pedagang itu tidak memakan waktu yang lama. "Setelah lokasi baru benar-benar bisa digunakan, mereka pindah. Yang harus dipastikan adalah tidak ada sisa material di lokasi tersebut," kata Saksi.
Terkait dengan keluhan pengunjung soal minimnya petunjuk arah, dia menyebut, hal itu bisa menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi pengelola. Terlebih, Kampung Seni Borobudur masih dalam proses transisi. Sehingga pengunjung memang perlu mengenali alur yang sedikit berbeda dengan sebelumnya.
PT TWC juga akan berkomunikasi dengan Kementerian PUPR selaku pelaksana proyek. "Proses ini (transisi, Red) akan kami upayakan se-smooth mungkin. Nantinya kami sebagai pengelola, akan menyempurnakannya, termasuk penambahan sarana dan prasarana," lontarnya.
Sakti belum bisa memastikan batas waktu uji coba tersebut. Hanya saja, uji coba itu akan selesai ketika seluruh aspek dirasa cukup. Sebab ada tim khusus yang bertugas untuk melakukan pemantauan serta evaluasi teknis dan operasional. (aya)
Editor : Din Miftahudin