Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sebanyak 327 Murid PAUD di Bantul Terdeteksi ABK: Kategori Tinggi, Namun Minim Guru Pendamping

Gunawan RaJa • Rabu, 18 September 2024 | 22:46 WIB

TANTANGAN - Kegiatan focus group discussion (FGD) layanan pendidikan inklusi di wilayah Kabupaten Bantul pada Selasa (17/9/2024)
TANTANGAN - Kegiatan focus group discussion (FGD) layanan pendidikan inklusi di wilayah Kabupaten Bantul pada Selasa (17/9/2024)

BANTUL – Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) inklusi di Kabupaten Bantul menghadapi tantangan serius.

Jumlah murid PAUD inklusi tergolong tinggi, guru pendamping khusus (GPK) masih sangat minim.

Kepala Bidang (Kabi) PAUD Kabupaten Bantul Supardi mengkonfirmasi hal tersebut.

Dia mengatakan dari total 1.331 satuan PAUD, 429 di antaranya merupakan PAUD inklusi.

"Dari jumlah tersebut, terdapat 327 anak berkebutuhan khusus (ABK)," kata Supardi pada Rabu (18/9/2024).

Dari data yang ada, keistimewaannya bervariasi ada yang hiperaktif, autisme, low vision. dan lain lain.

Meski jumlah ABK banyak, guru pendamping khusus tetap belum memadai.

Sementara itu total pendidik PAUD di wilayah Kabupaten Bantul mencapai 3.172 orang.

Dari data itu hanya sedikit yang memiliki kualifikasi khusus untuk menangani ABK secara efektif.

"Pendidikan inklusi memastikan semua siswa, termasuk yang berkebutuhan khusus, mendapat akses adil ke pendidikan berkualitas bersama teman sebayanya," ujarnya.

Namun, tanpa adanya GPK memadai, program PAUD Inklusi menghadapi kendala dalam implementasinya.

Banyak ABK membutuhkan perhatian khusus, namun belum mendapatkan dukungan layanan yang optimal.

"Masih dibackup guru umum dengan kemampuan pelatihan dasar," jelasnya.

Baca Juga: Prediksi Celtic vs Slovan Bratislava Liga Champions 19 September Kick Off 02.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Dia menekankan pentingnya penambahan GPK untuk memastikan anak berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan yang sesuai dan berkualitas. "Meski ada BOP (bantuan operasional pendidikan) inklusi dari pusat, kuotanya terbatas dan sekolah harus mengajukan proposal sesuai kuota yang ditetapkan," terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan bahwa peningkatan kualitas layanan PAUD bagi anak berkebutuhan khusus memerlukan perhatian khusus.

"Asosiasi sekolah inklusi berperan penting dalam membantu dinas menyediakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas," kata Nugroho Eko Setyanto. (gun)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#anak berkebutuhan khusus #kabupaten bantul #inklusi #ABK #Pendidikan #Guru Pendamping