Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lima Penyakit Zoonosis Jadi Ancaman Serius di Kota Yogyakarta , Ini Daftarnya

Iwan Nurwanto • Senin, 16 September 2024 | 03:38 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

Petugas memeriksa kesehatan kucing peliharaan warga sebelum menyuntikan dosis vaksinasi rabies di Kantor Kelurahan Mantrijeron, Kota Jogjakata (4/9/2024).
Petugas memeriksa kesehatan kucing peliharaan warga sebelum menyuntikan dosis vaksinasi rabies di Kantor Kelurahan Mantrijeron, Kota Jogjakata (4/9/2024).

JOGJA - Pemkot Jogja mewaspadai potensi zoonosis atau penyakit yang disebarkan oleh hewan. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) menyebut, ada lima jenis zoonosis yang menjadi prioritas pengawasan.

Kabid Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Jogja Sri Panggarti mengatakan, jenis zoonosis yang menjadi prioritas, di antaranya, rabies, antraks, leptospirosis, brucellosis dan flu burung. Kelima penyakit ini diprioritaskan karena menindaklanjuti arahan pusat.

Menurut Panggarti, kelima penyakit zoonosis itu bisa dicegah melalui kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat. Adapun yang dapat dilakukan oleh masyarakat, antara lain, bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan peliharaannya.

Kemudian juga melakukan perawatan secara baik dan benar. Lalu membawa hewan yang sakit ke unit pelayanan kesehatan hewan, rutin memberikan vaksinasi pada penyakit tertentu seperti rabies.Baca Juga: Pancaroba Bisa Ganggu Kesehatan Ternak, Waspadai Persebaran Penyakit Hewan melalui Serangga

Selain itu juga menjaga hewan peliharaan agar tidak mengganggu tetangga dan lingkungan. “Perlu juga selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jika lingkungan sehat, hewan sehat, maka masyarakat pun akan sehat," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu(15/9/2024).

Lebih lanjut dia menegaskan, apabila ada temuan penyakit zoonosis, DPP juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja. Selama ini baru leptospirosis yang ditemukan. Sementara untuk rabies dan tiga penyakit lainnya nihil.

Panggarti pun menyampaikan, kondisi di Kota Jogja banyak masyarakat yang memelihara anjing dan kucing. Oleh karena itu, perlu mewaspadai penyebaran penyakit rabies karena dapat ditularkan oleh dua jenis hewan peliharaan tersebut. “Untuk rabies alhamdulillah negatif dan jika setiap ada kasus gigitan selalu kami tindak lanjuti bersama,” katanya.

Terpisah, Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu membeberkan, sepanjang tahun ini ada enam kasus leptospirosis. Dari jumlah itu satu pasien meninggal dunia.

Ia menerangkan, leptospirosis merupakan penyakit yang disebarkan oleh hewan pengerat seperti tikus melalui air seni. Penyakit itu kerap ditemui pada wilayah kumuh. Termasuk permukiman yang terdapat tumpukan sampah atau barang bekas.

"Kami juga imbau masyarakat melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan membersihkan kawasan sekitar rumah yang diduga sebagai sarang tikus," pesannya. (inu/laz)

 

 

Editor : Din Miftahudin
#penyakit zoonosis #Pemkot Jogja #penyakit zoonosis paling mematikan