RADAR JOGJA - Kuota rumah subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) tahun 2024 direncakanan ditambah 34 ribu unit. Digenapkan menjadi 200 ribu unit oleh pemerintah. Namun kebijakan pemerintah ini tak kunjung dirasakan oleh pengembang rumah subsidi.
Ketua DPD Apersi Jateng-DIY Slamet Santoso menjelaskan, dijadwalkan kebijakan tersebut diterapkan mulai 1 September 2024. Hal itu sesuai yang dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato saat mengumumkan kebijakan tersebut pada 27 Agustus 2024 lalu.
Menurutnya, kebijakan baru itu sangat dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebab dengan naiknya kuota FLPP, dapat mendorong kemampuan kelas menengah di sektor konsumsi bidang perumahan. “Hanya saja di Jateng-DIY hingga saat ini belum ada realisasi,” lontarnya Sabtu (14/9/2024).
Tambahan 34 ribu unit itu, lanjutnya, belum bisa terlaksana. Bahkan belum bisa dilakukan akad kredit oleh MBR sehingga pengerjaan unit tertunda. “Semoga bukan mundur,” harapnya.
Dia berharap, kebijakan pemerintah bukan hanya janji semata. Sebab pengembang subsidi yang tergabung dalam Apersi mencapai tiga ribu. Sebanyak 250 di antaranya ada di Jateng-DIY.
Dampaknya, pengembang lebih berhati-hari terkait cash flow karena proyek baru ini belum terealisasi. Sebab jika sampai usaha pengembang kolaps, pun akan berdampak pada pekerja bangunan atau tukang yang kehilangan pekerjaan. “Ada sekitar 180 sektor industi yang juga akan bergerak jika ada pembangunan perumahan. MBR yang menerima rumah subsidi juga menunggu realisasi ini,” ucapnya.
Editor : Sevtia Eka Novarita