JOGJA - Kasus penyakit kurang darah atau anemia pada kalangan remaja putri di Kota Jogja tergolong cukup tinggi. Angkanya mendekati ambang batas yang ditentukan oleh pemerintah setempat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Jogja Aan Iswanti mengatakan, kasus anemia di wilayahnya mencapai 29,5 persen dari total jumlah remaja putri di Kota Jogja. Angka itu cukup tinggi, sebab ambang batas yang ditentukan oleh pihaknya sebesar 30 persen.
Aan menyebut, tingginya persentase kasus anemia di Kota Jogja dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Misal, kurangnya konsumsi makanan bergizi. Serta jarangnya aktivitas olahraga yang dilakukan oleh remaja putri.
Baca Juga: Hasil Kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia Raih Hasil Imbang 1-1 Melawan Arab Saudi
“Bagi sebagian remaja makan buah dan sayur seperti terpaksa,” ujar Aan di sela Aksi Bergizi yang diselanggarakan di SMP 12 Kota Jogja, Jumat (6/9).
Oleh karena itu, kata Aan, Dinkes Kota Jogja terus berupaya agar kasus anemia di kalangan remaja putri bisa ditekan. Langkah yang dilakukan salah satunya dengan gerakan aksi bergizi. Program tersebut menyasar para remaja dengan jenjang SMP dan SMA.
Dijelaskannya, gerakan aksi bergizi menekankan empat kegiatan penting. Yakni melakukan aktifitas fisik, kemudian sarapan bergizi, minum tablet tambah darah bagi remaja putri, serta penyuluhan tentang kesehatan dan gizi.
Baca Juga: Tingkatkan Keselamatan di Jalan Dengan Menaati Peraturan Lalu Lintas, Nomor Lima Bikin Kaget
Menurut dia, aksi bergizi tersebut dilakukan untuk menanggulangi seawal mungkin kasus anemia di Kota Jogja. Terlebih bagi remaja putri, lantaran memiliki resiko lebih karena mengalami menstruasi dan melahirkan di masa mendatang.
“Gerakan aksi bergizi sudah rutin kami laksanakan untuk sekolah sejak 2020,” terang Aan.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jogja Yunianto Dwi Sutono berharap, kegiatan aksi bergizi dapat dilakukan pada seluruh sekolah. Sehingga perlu kerjasama yang baik antara dinas pendidikan dan dinas kesehatan.
Baca Juga: Inilah 6 Rekomendasi Jajanan Legend Khas Purworejo yang Menghidupkan Tradisi Kuliner Khas Jawa
Yunianto menyebut, aksi tersebut penting dilakukan karena dapat mendukung program pemerintah untuk mewujudkan generasi emas 2045. Yakni generasi muda yang erkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi.
“Pemerintah Kota Jogja memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini,” katanya. (inu)