Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ramai Kabar Megathrust Tinggal Menunggu Waktu Dibantah BMKG, Berikut Faktanya 

Iwan Nurwanto • Rabu, 4 September 2024 | 17:31 WIB
Peta potensi gempa Megathrust. (BMKG)
Peta potensi gempa Megathrust. (BMKG)

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menanggapi ramainya pemberitaan terkait dengan potensi gempa megathrust yang tinggal menunggu waktu. Instansi itu membantah gempa megathrust bakal terjadi dalam waktu dekat.

Kepala Stasiun Geofisika Sleman BMKG Yogyakarta Setyoajie Prayoedhie mengatakan, Pulau Jawa berada pada pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan IndoAustralia. Sehingga aktivitas kegempaan di wilayah selatan Pulau Jawa relatif tinggi dan hal tersebut merupakan wajar. 

Dijelaskannya, pertemuan lempeng tersebut berada pada suatu zona patahan yang cukup panjang disebut zona subduksi. Pada zona tersebut merupakan lokasi sumber gempa megathrust atau gempa yang terjadi pada bidang patahan yang sangat besar pada kedalaman kurang dari 50 kilometer.

Setyoajie menyebut, informasi potensi gempa megathrust yang berkembang saat ini sama sekali bukanlah prediksi atau peringatan dini. Oleh karena itu dia berharap jangan dimaknai secara keliru, seolah akan terjadi dalam waktu dekat. 

“Namun sebaliknya, informasi potensi gempa dan tsunami merupakan upaya persiapan untuk mencegah resiko kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa, apabila terjadi gempa kuat dan membangkitkan tsunami dengan skenario terburuk,” ujar Setyoajie dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/9).

Menurut dia, potensi gempa bumi berbeda dengan prediksi gempa bumi. Potensi merujuk kepada kemampuan sumber gempa bumi untuk melepaskan energi gempa bumi dengan kekuatan tertentu. Sedangkan prediksi mengacu kepada suatu informasi mengenai kapan, di mana, dan berapa besar kekuatan gempa bumi. 

Setyoajie menegaskan, hingga saat ini belum ada ilmu pengetahuan maupun teknologi yang dengan tepat dan akurat mampu memprediksi terjadinya gempa. Sehingga pihaknya pun tidak tahu kapan gempa akan terjadi meskipun tahu potensinya.

Dia pun menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan beraktivitas normal. Baik itu melaut, berdagang, dan berwisata di pantai. Serta memperkuat kesiapan melalui mitigasi gempa dan tsunami berbasis masyarakat dengan mengikuti sosialisasi, peningkatan literasi, latihan simulasi, dan memastikan bangunan tempat tinggal tahan gempa.

“Megathrust adalah fakta, untuk itu BMKG menghimbau kepada pemerintah, pihak swasta, LSM, dan seluruh elemen masyarakat agar dapat mulai melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi megathrust,” katanya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#gempa besar #megathrust #ancaman