Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masyarakat Purworejo Diminta Tidak Panik, tetapi Tetap Waspada Hadapi Isu Gempa Megathrust

Jihan Aron Vahera • Rabu, 4 September 2024 | 03:19 WIB
Plt. Kalak BPBD Purworejo Dede Yeni Iswanti   
Plt. Kalak BPBD Purworejo Dede Yeni Iswanti  

Gempa megathrust menjadi isu hangat di beberapa waktu terakhir. Termasuk di Kabupaten Purworejo. Terlebih, daerah ini menjadi salah satu wilayah yang berpotensi terdampak gempa megathrust karena berada di pesisir Samudera Selatan dan dekat dengan lempeng megathrust.

Menanggapi itu, Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Dede Yeni Iswanti meminta agar masyarakat tidak panik tetapi harus waspada. Perlu diingat, potensi itu bukan prediksi. Potensi adalah kemungkinan yang bisa saja terjadi. “Jika prediksi, kita sudah tahu perkiraan kapan waktu terjadinya," katanya, kemarin (3/9).

Diketahui, terkait isu gempa megathrust, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah juga membuat surat edaran pada 23 Agustus  lalu. Yaitu, Surat Edaran Nomor 360.0/2094 tentang Langkah-langkah dan Upaya Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Megathrust di Jawa Tengah.

Surat edaran tersebut merespons informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait kesiapsiagaan beberapa wilayah Zona Megathrust di Indonesia yang berpotensi terjadi gempa besar dan tsunami. Surat tersebut ditujukan kepada sekretaris daerah kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Dalam edaran tersebut diinstruksikan agar seluruh Instansi dan warga masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan terjadi bencana akibat adanya seismic gap terutama di wilayah zona megathrust Pantai Selatan, Jawa Tengah. Selain itu, mengecek kesiapan alat-alat peringatan dini, meningkatkan edukasi serta sosialisasi, dan sebagainya.

Yeni menyebut, imbauan dari BMKG dan pemerintah terkait potensi adanya gempa di zona megathrust bukan untuk menakut-nakuti. Itu justru untuk membuat masyarakat lebih siap, lebih peduli akan datangnya bencana.

Kabupaten Purworejo belum pernah menjadi titik gempa di wilayah selatan.

Titik-titik gempa sebelumnya di laut selatan ada di Pacitan, Gunung Kidul, Bantul, Cilacap, Pangandaran, dan lainnya.

"Akhir-akhir ini sering terjadi gempa tapi itu bukan karena persiapan gempa megathrust," kata Yeni.

Menurutnya, sering terjadi gempa justru semakin bagus karena energi subduksi yang tersimpan akan terlepas sedikit demi sedikit. Tidak sekaligus besar yang mengakibatkan gempa besar pula.

Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat Kabupaten Purworejo tidak panik. Namun, tetap waspada dan perhatian dengan peringatan. Pihaknya, juga telah memasang peralatan early warning system (EWS) sebanyak 24 unit dan rambu-rambu jalur evakuasi. "EWS dan rambu-rambu yang hilang atau rusak sedang dalam proses perbaikan," ujarnya.

Selain itu, meningkatkan pelaksanaan edukasi, sosialisasi dan literasi kepada masyarakat melalui gladi tsunami, pelatihan mitigasi, kegiatan komunikasi, edukasi dan informasi (KIE), hingga pembagian leaflet megathrust.

Perlu diingat, Kabupaten Purworejo merupakan daerah rawan bencana. Tidak hanya gempa megathrust saja, tetapi juga banjir, longsor, dan sebagainya. "Kami imbau agar masyarakat selalu waspada dan siap dengan bencana apapun. Jangan lebay tapi juga jangan abai," tandas Yeni. (han/din)

Editor : Din Miftahudin
#megatrusht #laut selatan indonesia #laut selatan #Purworejo