RADAR JOGJA - Ratusan siswa-siswi taman kanak-kanak (TK) mengikuti imunisasi Japanese Encephalitis (JE) di Pendapa Manunggal Kemantren Mergangsan, Jogja.
Acara yang digelar pada Selasa, 3 September 2024 ini merupakan imunisasi untuk mencegah jangkitan virus JE yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Culex.
Vaksin JE dapat mengantisipasi dampak virus berupa sakit radang otak (ensefalitis).
Acara ini belangsung dari pukul 07.45-11.00 WIB.
Nampak anak-anak didampingi para orang tua memadati kompleks kantor kemantren yang berada di Jalan Sisingamangaraja nomor 55, Brontokusuman, Kota Jogja itu.
Salah satu TK yaitu Pamardi Putra membawa 11 anak didik.
Tidak sedikit dari mereka nampak histeris saat disuntik lengannya.
"Batuk pilek ringan tanpa demam, boleh vaksin. Tergantung pemeriksaan fisik dari dokter ya", ujar Estri Martini kepala Sekolah TK Pamardi Putra dari Keparakan Kidul, Mergangsan, Jogja saat menyemangati anak didiknya.
Total ada 14 TK yang mengikuti imunisasi masal ini.
Dibagi dalam 3 shift waktu. Shit pertama sejak pukul 07.45-09.00 WIB ada TK Putra Jaya, TK PKK Prawirotaman, dan TK ABA Karangkunti.
Disusul shift kedua pada pukul 09.00-10.00 WIB yaitu TK PKK Keparakan Lor, TK Pamardi Siwi, TK Lir Ilir, TK Kanisius Kintelan, dan TK Pamardi Putra.
Terakhir, hingga pukul 11.00 WIB ada TK PKK Margo Asih, TK N 7 Yogyakarta, TK Trisula, TK Budi Rahayu, dan TK Indria.
Salah satu orang tua anak bernama Yuli Anggorowati berharap anaknya senantiasa sehat dan terhindar dari virus JE.
"Penyakit JE ini kan belum ada obatnya ya. Namun bisa ditangkal dengan vaksin JE. Jadi menurut saya imunisasi ini wajib diikuti", katanya.
Seperti sudah diketahui bahwa vaksin JE sudah dipakai di beberapa negara dan dinyatakan aman oleh World Health Organitation (WHO).
Dilansir dari sosialisasi pihak Puskesmas Mergangsan, Jogja bahwa selain vaksin JE dapat dicegah dengan menghidari gigitan nyamuk.
Teknisnya di antaranya adalah pemberantasan sarang nyamuk, penggunaan kelambu, pemasangan kawat kasa pada ventilasi, mengurangi aktivitas malam terutama di area persawahan dan pertenakan. (hep)
Editor : Meitika Candra Lantiva