JOGJA - Karnaval budaya bertema bhineka tunggal Ika digelar di Kampung Miliran, Mujamuju, Umbulharjo, Kota Jogja pada Minggu (1/9). Kegiatannya mengusung tema pluralisme sebagai wujud keberagaman warga di wilayah tersebut.
Mantri Pamong Praja Kemantren Umbulharjo Rajuan Taufik mengatakan, karnaval tersebut menjadi rangkaian peringatan HUT RI ke-79. Sekaligus untuk memeriahkan ulang tahun keistimewaan DIY yang ke-12.
Rajuan menjelaskan, masyarakat mengusung tema bhineka tunggal ika karena keberagaman warga kampung Miliran yang berasal dari berbagai suku, ras, dan agama. Sehingga para peserta pun menampilkan ciri khasnya masing-masing.
Dia berharap, melalui karnaval tersebut dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi warga. Sehingga kegiatan tersebut pun direncanakan dapat digelar tiap tahun.
“Melalui karnaval ini juga diharapkan menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat luas, bahwa meskipun berbeda suku, ras dan agama tapi tetap rukun di kehidupan bermasyarakat,” ujar Taufik disela kegiatan, Minggu (1/9).
Sementara itu, Ketua Panitia Karnaval Bhineka Tunggal Ika Heri Santoso Wibowo menyampaikan, total ada 800 orang yang menjadi peserta kegiatan tersebut. Jumlah itu terdiri dari warga 16 RT dan 4 RW di kampung Miliran.
Bowo sapaannya menyatakan, bahwa karnaval tersebut juga diikuti oleh masyarakat dari berbagai suku di Indonesia. Sementara untuk persiapannya dilakukan oleh panitia sejak satu bulan terakhir.
“Tujuan dari kegiatan ini supaya kampung Miliran lebih bersatu, lebih nusantara, dan pluralisme tetap terjaga,” tegas Bowo. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin