JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat ada temuan penyakit tuberkulosis (TB).
Angkanya mencapai 775 pasien hingga bulan Juli 2024 lalu.
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah mengatakan, mayoritas kasus TB tersebut sudah tertangani.
Bahkan tingkat keberhasilan pengobatannya diklaim mencapai 70,4 persen.
Lana membeberkan, bahwa pihaknya juga mencatat 30 persen dari total pasien TB masuk penderita resisten obat.
Kemudian pasien yang dilakukan pemeriksaan terhadap kontak erat mencapai 15,74 persen.
Lalu kontak yang serumah pasien dan dilakukan pencegahan pengobatan ada 25 persen.
Menurut dia, untuk mengeliminasi dan memutus rantai penyebaran TB memang tidak hanya fokus terhadap pasien saja.
Namun bagi orang serumah atau yang memiliki intensitas kontak erat dengan pasien juga harus dilakukan tindakan.
“Dalam tiga tahun terakhir Pemkot Jogja bersama Zero TB bekerja sama untuk melakukan Active Case Finding (ACF) yang menyasar seluruh kelompok masyarakat di setiap wilayah untuk deteksi dini,” ujar Lana, Jumat (30/8).
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Jogja Wirawan Hario Yudo mengungkap, penanggulangan TB harus dilakukan dengan strategi pencegahan, penanganan, serta pengobatan yang tepat.
Sebab penyakit tersebut tidak hanya berdampak permasalahan kesehatan saja.
Namun juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Oleh karenanya, Penanggulangan TB harus menjadi pekerjaan bersama lintas sektoral. Yakni untuk melakukan gerakan aktif dan masif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Agar Eliminasi TBC tahun 2030 secara nasional, dan Zero TB 2026 di Kota Jogja dapat tercapai,” tegas Wirawan.
Pemkot Jogja pada Kamis (29/8) juga menggelar FGD Optimalisasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jogja Subarjilan berharap, melalui kegiatan tersebut dapat mewujudkan komitmen Pemkot untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh TB.
“Melalui kegiatan ini harapannya bisa mendorong integrasi dan menyelaraskan penanggulangan TB di Kota Jogja,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin