Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meriah, Konser Internalisasi Kesejarahan Serenade Bunga Bangsa X di TBY, Gemakan Nilai-Nilai Perjuangan dan Kepahlawanan

Guntur Aga Tirtana • Jumat, 30 Agustus 2024 | 05:49 WIB
Konser orkestra dan paduan suara Internalisasi Kesejarahan Serenade Bunga Bangsa, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kamis malam (29/8). 
Konser orkestra dan paduan suara Internalisasi Kesejarahan Serenade Bunga Bangsa, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kamis malam (29/8). 

 


RADAR JOGJA - Puncak peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia dan 12 tahun disahkannya UU Keistimewaan DIY ditutup dengan meriah dengan konser Internalisasi Kesejarahan Serenade Bunga Bangsa X. Acara ini digelar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kamis (29/8) malam.


Konser Serenade Bunga Bangsa X kali ini mengangkat tema Semangat Baru, Indonesia Maju. Harapannya konser ini mampu memberi napas dan semangat untuk kedua momentum bersejarah itu.

Konser orkestra dan paduan suara Internalisasi Kesejarahan Serenade Bunga Bangsa, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kamis malam (29/8). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
Konser orkestra dan paduan suara Internalisasi Kesejarahan Serenade Bunga Bangsa, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kamis malam (29/8). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA


Konser yang dipadati penonton ini menampilkan delapan karya repertoar yang dimainkan 80 orang musisi. Di mana karya-karya yang ditampilkan menggemakan nilai-nilai perjuangan dan kepahlawanan yang telah menjadi roh dari sejarah kemerdekaan Republik Indonesia maupun UU Keistimewaan DIY.


Konser juga memunculkan karya dari para tokoh perjuangan seperti Muhammad Yamin yang juga seorang sastrawan terkemuka di Indonesia. Dengan semangat kepahlawanan, Muhammad Yamin ditampakkan melalui karya-karyanya, salah satunya puisi “Merdeka atau Mati” sebagai salah satu komposisi baru di konser ini.


Tak hanya itu, dalam konser ini juga ada komposisi baru yang menampilkan khazanah kekayaan budaya Indonesia. Ini direpresentasikan melalui karya bertemakan Topeng Panji. Menghadirkan Julius Catra sebagai conductor serta violin duo Rifki Adriansyah Arif dan Septa Inas Tsabitah, serta konser master Rakanda Samudro.

Konser orkestra dan paduan suara Internalisasi Kesejarahan Serenade Bunga Bangsa, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kamis malam (29/8). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
Konser orkestra dan paduan suara Internalisasi Kesejarahan Serenade Bunga Bangsa, di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kamis malam (29/8). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA


Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Dian Laksmi Pratiwi dalam sambutannya menjelaskan, konser Serenade Bunga Bangsa ini merupakan bagian dari kegiatan Internalisasi Kesejarahan yang diampu oleh Seksi Sejarah, Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY.

Di mana konser ini fokus pada upaya menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dan perjuangan yang diambil dari peristiwa bersejarah di Indonesia, terutama yang terjadi di DIY kepada masyarakat.
"Tidak hanya itu, konser juga memperkenalkan khazanah kekayaan budaya DIY dalam bingkai negara Indonesia," katanya.


Dian juga menjelaskan, maksud dari penyelenggaraan Konser Internalisasi Kesejarahan Serenade Bunga Bangsa ini adalah untuk mendorong masyarakat agar dapat mengenal berbagai peristiwa, tokoh, dan peninggalan bersejarah di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan DIY. Selain itu tujuan dari konser ini juga untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, dan kebanggaan akan jati diri bangsa Indonesia melalui perjalanan sejarah dan kekayaan budayanya.


Dalam kesempatan kali ini, Dinas Kebudayaan DIY bekerja sama dengan berbagai praktisi musik dan budaya telah menjaring peserta dari masyarakat umum. Yakni dari usia 13 sampai 27 tahun untuk bisa tampil di konser ini.


"Tahun ini kali pertama kami menyelenggarakan audisi terbuka untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki potensi dan semangat untuk tampil. Mereka telah melalui pembinaan dan pelatihan untuk sampai ke tahap ini," ujarnya.


Dian juga mengungkapkan dalam konser Serenade Bunga Bangsa X kali ini ada sebuah kebanggaan tersendiri bagi DIY karena conductor yang membersamai Serenade Bunga Bangsa #1 hingga Serenade Bunga Bangsa #9, Eki Satria, terpilih menjadi conductor Gita Bahana Nusantara dalam peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI.


"Kami juga berharap melalui Konser Serenade Bunga Bangsa X ini dapat mewadahi dan menyalurkan bakat-bakat anak muda di Yogyakarta hingga ke kancah nasional," ucapnya.
Asisten Sekda DIY Bidang Pemberdayaan Masyarakat Aris Eko Nugroho yang mewakili Sekda DIY menyampaikan, dalam suasana penuh penghayatan makna sejarah, budaya, serta untuk memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan RI dan merayakan 12 tahun perjalanan UU Keistimewaan DIY, tema "Semangat Baru, Indonesia Maju" yang diusung, merefleksikan sebuah visi dan panggilan bagi kita semua. Untuk melangkah dengan penuh optimisme menuju masa depan yang lebih cerah.


"Marilah kita rayakan Serenade Bunga Bangsa ini dengan hati penuh cinta dan semangat kebangsaan. Mari kita teruskan, episode sejarah Indonesia yang telah dirajut oleh para kusuma bangsa, dengan membawa Indonesia ke puncak kejayaan yang lebih tinggi," katanya.


Tak lupa Aris mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini. Sebab, menurutnya, setiap kontribusi yang telah diberikan dalam konser ini bagaikan nada-nada indah yang membentuk simfoni harmonis dan menghasilkan karya, sebagai simbol peradaban Jogja istimewa, untuk Indonesia. (ayu/laz)

Editor : Satria Pradika
#kepahlawanan #Konser Serenade Bunga Bangsa X #konser #TBY #kemerdekaan republik indonesia #Taman Budaya Yogyakarta #Kundha Kabudayan #hut ke-79 ri