Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mundur dari Kepala BKKBN untuk Mendaftar Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo Tak Permasalahkan Turun Kasta, Jadi Kades pun Mau jika Memang Diperlukan

Iwan Nurwanto • Jumat, 30 Agustus 2024 | 03:05 WIB

 

Pasangan Bacalon Wali Kota dan Wawali Kota Jogja, Hasto Wardoyo dan Wawan Hermawan menyapa pendukung disela perjalanan mendaftar ke KPU Kota Jogja.
Pasangan Bacalon Wali Kota dan Wawali Kota Jogja, Hasto Wardoyo dan Wawan Hermawan menyapa pendukung disela perjalanan mendaftar ke KPU Kota Jogja.

 

RADAR JOGJA - Bakal pasangan calon (bapaslon) dari PDI Perjuangan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan resmi mendaftar ikut kontestasi Pilkada Kota Jogja 2024. Keduanya menyerahkan berkas pendaftaran Kamis (29/8) sore.


Pasangan Hasto-Wawan datang ke kantor KPU Kota Jogja diiringi dengan pawai drumband dan tari-tarian tradisional. Keduanya juga didampingi para pengurus partai PDIP, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Pasangan Bacalon Wali Kota dan Wawali Kota Jogja, Hasto Wardoyo dan Wawan Hermawan menyapa pendukung disela perjalanan mendaftar ke KPU Kota Jogja.
Pasangan Bacalon Wali Kota dan Wawali Kota Jogja, Hasto Wardoyo dan Wawan Hermawan menyapa pendukung disela perjalanan mendaftar ke KPU Kota Jogja.


Adapun Hasto-Wawan resmi menyerahkan bekas ke KPU Kota Jogja sekitar pukul 16.30. Pasangan ini kemudian menyelesaikan pemeriksaan berkas sekitar pukul 17.30, kemudian melakukan sesi jumpa pers.


Bakal calon wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, ketika nanti menjadi wali kota memiliki misi untuk membangun Kota Jogja yang sehat, bersih, dan memiliki sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Selain itu, dia akan fokus terhadap penanganan stunting dan berbagai penyakit lain. "Selain itu, sampah juga menjadi prioritas bagi saya," ujarnya.


Terkait keinginannya maju sebagai kepala daerah, Hasto menyebut hal itu merupakan bentuk pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat Kota Jogja. Ia berkomitmen akan membawa Kota Jogja menjadi daerah yang lebih baik.


Selain itu, lanjutnya, Kota Jogja memiliki keistimewaan dibandingkan dengan kabupaten lain di Yogyakarta. Bahkan dia tidak mempermasalahkan jika dikatakan turun kasta dari kepala BKKBN menjadi wali kota.


"Ini merupakan bagian dari pengabdian dan pelayanan. Jangankan wali kota, saya jadi kepala desa pun mau jika memang diperlukan," tandas Hasto.


Ketua DPC PDIP Kota Jogja Eko Suwanto menegaskan, majunya Hasto sebagai calon wali kota sudah sesuai konstitusi. Sebab, meski dua kali menjabat bupati Kulonprogo, Hasto disebut belum genap 2,5 tahun di periode kedua.


Selain itu, kepala BKKBN tersebut juga sudah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya untuk mencalonkan diri sebagai wali kota. Proses itu disebutnya sudah berjalan dan akan selesai dalam beberapa hari lagi. "Kami pastikan (masa jabatan Hasto sebagai bupati Kulon Progo) dua tahun dua bulan sekian hari,” beber Eko.


Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat yang ikut mendampingi pendaftaran menyampaikan, diusungnya Hasto-Wawan sudah melalui proses panjang. Keduanya pun disebut paket komplet sebagai calon kepala daerah.


Hal itu tidak lepas dari kiprah Hasto yang berhasil sebagai kepala daerah dan kepala BKKBN. Sementara wakilnya, Wawan Harmawan merupakan seorang pengusaha dan Wakil Ketua Kadin DIY yang konsen terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.


"Pasangan calon yang kami usung sudah melalui pertimbangan-pertimbangan sangat serius,” tandas Djarot. (inu/laz)

Editor : Satria Pradika
#Kepala BKKBN #mundur #Yogyakarta #hasto wardoyo #KPU Kota Jogja #Pilkada Kota Jogja #turun kasta #DIY #bapaslon #PDI Perjuangan #Jogja #BKKBN #Wawan Harmawan