Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Klaim Belum Ada Kasus, Pemkot Jogja Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Cacar Monyet, Begini Langkah Antisipasinya

Iwan Nurwanto • Selasa, 27 Agustus 2024 | 18:47 WIB
ilustrasi cacar monyet atau monkeypox.  (freepik)
ilustrasi cacar monyet atau monkeypox. (freepik)

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja meningkatkan kewaspadaan terhadap sebaran penyakit monkeypox (mpox) atau cacar monyet. Pasalnya, penyakit tersebut cukup menjadi perhatian publik. Baik nasional maupun internasional.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, sampai saat ini memang belum ada laporan terkait kasus cacar monyet. Meskipun demikian, pihaknya tetap waspada. Sebab tidak menutup kemungkinan penyakit tersebut dapat masuk ke Kota Jogja.

Endang menyatakan, bahwa pihaknya juga sudah mendapatkan surat edaran (SE) dari pemerintah pusat untuk mewaspadai penyebaran penyakit cacar monyet tersebut. Surat itu nantinya akan diwujudkan oleh pemkot dengan peningkatan kewaspadaan dan upaya pencegahan pada semua wilayah di Kota Jogja.

Menurut dia, meningkatnya kewaspadaan terhadap sebaran cacar monyet karena saat ini penyakit tersebut cukup menjadi perhatian nasional dan internasional. Lantaran penyakit itu cukup banyak ditemukan. Terlebih korbannya juga merupakan anak-anak. 

“Kalau di Kota Jogja belum ada laporan dan semoga tidak ada, kami juga sudah menerima kewaspadaan soal Mpox,” ujar Endang, Selasa (27/8).

Endang melanjutkan, bahwa penyakit cacar monyet dapat disebarkan melalui kontak langsung dengan ruam atau bintik merah di kulit, koreng atau keropeng, maupun cairan tubuh orang yang terinfeksi virus. Sehingga masyarakat pun perlu membatasi kontak dengan penderita.

Disamping itu, kata dia, perlu juga peningkatan imunitas tubuh agar masyarakat tidak mudah tertular penyakit tersebut. Yakni dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat agar daya tahan tubuh dapat meningkat.

“Penyakit cacar monyet harus kita blok supaya tidak menyebar,” pesan Endang.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) menyatakan ada 88 kasus terkonfirmasi cacar monyet. Tiga kasus di antaranya di DIY.

Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie mengungkap, tiga kasus di itu merupakan kasus lama. Kasus tersebut terjadi pada tahun 2023 dan awal tahun 2024.

Baca Juga: Petakan Daerah Rawan Konflik, Polres Kulon Progo Siapkan 750 Personel Amankan Pilkada

"Mereka sudah sehat kembali," bebernya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#mpox #cacar monyet #Monkey Pox #cacar monyet adalah